Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kucing Pilih Makanan Pakai Hidung, Bukan Lidah

📅 Selasa, 19 Mei 2026, 01:52 WIB | Oleh:
Kucing Pilih Makanan Pakai Hidung, Bukan Lidah Doc: AFP

MORIOKA - Tim peneliti dari Universitas Iwate, Jepang, menemukan kebiasaan pilih-pilih makanan pada kucing lebih dipengaruhi penciuman dibanding sifat manja, demikian hasil studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Physiology and Behavior dan dikutip Kyodo pada Minggu (17/5).

Peneliti menemukan jumlah makanan yang dikonsumsi kucing menurun saat diberi makanan sama berulang kali. Namun, nafsu makan kembali meningkat ketika aroma makanan diubah, meski jenis makanannya tetap sama.

Temuan yang dipublikasikan pada 1 April itu menyoroti pentingnya rangsangan penciuman dalam pola makan kucing. Studi tersebut dinilai dapat membantu perawatan kucing lanjut usia atau sakit yang mengalami penurunan nafsu makan.

Kucing umumnya makan dalam porsi kecil beberapa kali sehari dan sering menyisakan makanan. Perilaku itu selama ini dianggap berkaitan dengan suasana hati atau insting alami, meski mekanismenya belum sepenuhnya dipahami.

“Riset kami menjawab pertanyaan yang sering diajukan pemilik kucing,” kata profesor biologi molekuler dan seluler Universitas Iwate, Masao Miyazaki, yang memimpin studi tersebut.

Dalam eksperimen, 12 kucing diberi makan enam kali secara berkala dengan jeda 10 menit. Saat makanan yang diberikan sama, jumlah konsumsi kucing terus menurun pada setiap sesi.

Namun, ketika makanan berbeda diberikan pada sesi keenam, jumlah makanan yang dikonsumsi meningkat. Efek serupa juga muncul ketika peneliti menambahkan aroma baru pada makanan yang sama di sesi terakhir.

Tim peneliti juga menemukan paparan aroma yang sama secara terus-menerus di antara waktu makan menurunkan konsumsi makanan.

Sebaliknya, aroma baru membantu mempertahankan tingkat konsumsi yang lebih tinggi.

Peneliti menyimpulkan pola makan kucing dipengaruhi rasa kenyang serta “habituasi penciuman”, yaitu menurunnya sensitivitas terhadap aroma yang terus berulang.

Sementara “dishabituasi” terjadi ketika rangsangan baru memulihkan minat terhadap makanan.

“Pergantian makanan dengan aroma berbeda dapat membantu meningkatkan nafsu makan kucing,” kata Miyazaki.

Ia berharap temuan itu dapat membantu mempererat hubungan antara kucing dan pemiliknya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Hasil Penataan Jalan Rasuna...
  • Pemkot Bandung Bongkar 174 Bangunan Liar di Jalan Terusan Pasirkoja
    Preview komentar:
    Parkir liar gimana nihhh dijalan kebon jati,, itu ...
  • Malasyia Mencak-mencak Kebakaran Jenggot Dimasukkan ke Dalam Kelas Dua Sepak Bola Asean
    Preview komentar:
    Jiran kita kejet-kejet tanpa bisa berbuat apa2
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
Jakarta Fair 2026 Banjir Diskon Helm hingga 50 Persen, Ini Daftar Merek dan Promonya

Jakarta Fair 2026 Banjir Diskon Helm hingga 50 Persen, Ini Daftar Merek dan Promonya

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.