Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Buya Subi Festival Jadi Panggung Tenun Donggala Tembus Pasar Global

📅 Rabu, 08 Jul 2026, 14:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Buya Subi Festival Jadi Panggung Tenun Donggala Tembus Pasar Global Doc: ANTARA/ Fauzi Lamboka
Ket. Model dari Eco Fashion Week Australia menampilkan pakaian dari kain tenun Donggala dalam Buya Subi Festival 2026 di Kawasan Wisata Pantai Karampuana, Banawa Tengah, Selasa (7/7/2026).

DONGGALA – Mempromosikan tenun khas daerah bukan sekadar mengenalkan selembar kain, tetapi juga mengangkat cerita, tradisi, dan identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Semakin banyak orang mengenal dan memakai tenun lokal, semakin besar pula peluang perajin untuk berkembang dan ekonomi daerah ikut bergerak.

Di tengah tren fesyen yang terus berubah, tenun punya kesempatan besar tampil lebih modern tanpa kehilangan nilai budaya yang menjadi ciri khasnya.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido mengatakan Buya Subi Festival 2026 menjadi ajang mempromosikan tenun khas Donggala ke pasar nasional dan internasional.

“Buya Subi Festival bukan sekadar agenda budaya, tetapi juga menjadi pernyataan kepada dunia bahwa Sulawesi Tengah memiliki kekayaan tenun khas Donggala yang bernilai tinggi, sarat filosofi kehidupan, serta mampu menjadi bagian dari industri fashion berkelanjutan di tingkat nasional maupun internasional,” katanya di Donggala, Rabu (8/7).

Melalui Buya Subi Festival 2026, dia berharap lahir berbagai kerja sama strategis yang mampu memperkuat promosi pariwisata, memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus membuka akses pasar internasional bagi produk-produk unggulan Sulawesi Tengah.

Ia mengatakan dengan kehadiran CEO Eco Fashion Week Australia (EFWA) Zuhal Kuvan Mills menjadi peluang besar untuk memperkenalkan tenun khas Donggala ke pasar dunia.

“Mari jadikan festival ini sebagai ruang belajar, ruang berkarya, ruang berkolaborasi, sekaligus ruang membangun masa depan ekonomi kreatif Sulawesi Tengah yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

Buya Subi Festival 2026 digelar pada 5-11 Juli 2026, merupakan hasil kerja sama dengan Eco Fashion Week Australia (EFWA) dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Sementara untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya tersebut, menurut Wagub, pemerintah provinsi akan membahas rencana menghadirkan jurusan khusus tenun di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Menurut dia, langkah ini penting mengingat sebagian besar penenun saat ini berasal dari kalangan usia lanjut sehingga regenerasi harus segera dilakukan.

Saat ini dua desa yang menjadi pusat tenun Donggala yakni Desa Towale dan Desa Limboro, memiliki sekitar 200 orang penenun. Namun mayoritas mereka adalah penenun yang sudah lanjut usia.

“Jangan sampai tenun kita hilang karena para pengrajinnya didominasi generasi yang sudah lanjut usia. Regenerasi harus dilakukan agar warisan budaya ini tetap hidup dan berkembang,” ujarnya.

Ia mengatakan festival tidak boleh berhenti pada kegiatan pameran semata, tetapi harus mampu mendorong masyarakat untuk membeli dan menggunakan produk tenun lokal secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi para pengrajin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Menteri PKP Janji Percepat ...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.