Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Upah Riil Jepang Menguat Setelah 4 Tahun Merosot

📅 Selasa, 07 Jul 2026, 15:43 WIB | Oleh:
Upah Riil Jepang Menguat Setelah 4 Tahun Merosot Doc: Istimewa

TOKYO - Upah riil di Jepang pada Mei 2026 meningkat 1,4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, dan kenaikan itu menjadi yang kelima secara berturut-turut sekaligus mencatat tren positif terpanjang sejak kenaikan selama tujuh bulan pada 2021, didorong hasil negosiasi yang kuat antara pekerja dan perusahaan.

Data pemerintah yang dirilis Selasa (7/7) menunjukkan pertumbuhan upah berlanjut setelah selama empat tahun hingga 2025 mengalami penurunan. Namun, prospek kenaikan gaji selanjutnya masih dibayangi gangguan pasokan akibat ketegangan di Timur Tengah serta meningkatnya harga bahan baku dan energi.

Di sisi lain, data terpisah menunjukkan pengeluaran rumah tangga secara riil turun 0,4 persen pada Mei dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan itu merupakan yang keenam berturut-turut dan mengindikasikan pemulihan konsumsi domestik masih berlangsung lambat, padahal belanja rumah tangga menyumbang lebih dari separuh produk domestik bruto (PDB) Jepang.

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang melaporkan upah nominal per pekerja, termasuk gaji pokok dan upah lembur, naik 3,2 persen menjadi 311.165 yen atau sekitar 1.900 dolar AS (sekitar Rp33,9 juta).

Pertumbuhan tersebut menjadi bulan keempat berturut-turut dengan kenaikan di atas 3 persen, yang merupakan pertama kalinya dalam lebih dari 34 tahun.

Meski demikian, kenaikan upah riil pada Mei melambat dibandingkan April yang setelah direvisi tercatat meningkat 2 persen.

Seorang pejabat kementerian menjelaskan perlambatan tersebut dipengaruhi jumlah hari kerja yang lebih sedikit akibat libur Golden Week yang berlangsung dari akhir April hingga awal Mei.

Indeks inflasi yang digunakan dalam perhitungan data itu meningkat dari 1,5 persen pada April menjadi 1,7 persen pada Mei. Meski naik, tingkat inflasi tersebut masih relatif terkendali berkat program subsidi pemerintah untuk menekan harga bahan bakar di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.

Dari komponen upah nominal, gaji terjadwal meningkat 3 persen menjadi 275.942 yen, sedangkan upah lembur naik 2,9 persen menjadi 20.003 yen.

Kementerian Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang melaporkan rumah tangga yang terdiri atas dua orang atau lebih membelanjakan rata-rata 320.345 yen pada Mei, atau turun 0,4 persen secara riil dibandingkan tahun sebelumnya.

Belanja makanan yang mencakup sekitar sepertiga dari total pengeluaran meningkat 2,4 persen, didorong naiknya pengeluaran untuk makan di luar rumah dan makanan olahan.

Pengeluaran untuk pakaian dan alas kaki juga meningkat 4 persen, terbantu oleh momentum libur Golden Week.

Namun, penurunan belanja untuk pembelian kendaraan serta perjalanan wisata, baik di dalam maupun luar negeri, menjadi faktor yang menekan konsumsi rumah tangga.

Menurut pejabat kementerian, masyarakat cenderung memilih perjalanan jarak dekat dengan anggaran lebih rendah karena biaya akomodasi dan perjalanan terus meningkat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Daerah
Lima Warkop di Surabaya Ken...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.