Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

5.566 Kali GPM Digelar! Ini Dampaknya ke Harga Pangan di Daerah

📅 Selasa, 07 Jul 2026, 14:37 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) terendah tercatat di Provinsi Sulawesi Barat sebesar 2,29 persen, diikuti Lampung 2,46 persen, DKI Jakarta 2,78 persen, serta D.I. Yogyakarta 2,91 persen. 

Capaian tersebut mencerminkan terjaganya stabilitas harga di daerah yang konsisten memperluas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai instrumen stabilisasi pasokan dan harga pangan. Sementara itu, inflasi Juni 2026 secara tahunan berada pada level 3,34 persen, masih sesuai dengan kisaran target inflasi nasional sebesar 1,5–3,5 persen. 

Sementara itu, data Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu pertama Juli 2026 menunjukkan masih adanya dinamika harga di sejumlah wilayah yang memerlukan penguatan intervensi melalui GPM. Ekskalasi IPH tertinggi tercatat di Papua Tengah sebesar 8,13 persen, disusul Kalimantan Timur sebesar 4,35 persen dan Papua Barat Daya sebesar 2,81 persen. Pergerakan ini dipengaruhi oleh fluktuasi komoditas cabai merah, cabai rawit, dan beras. 

Kondisi ini menjadi dasar penguatan pelaksanaan GPM di daerah-daerah tersebut guna memperlancar pasokan, menahan laju kenaikan harga, sekaligus menjaga inflasi tetap berada dalam koridor sasaran nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
DPR: Penyebaran Budaya LGBT...
Megapolitan
Turis Prancis Dijambret Pon...
Megapolitan
Warga Bogor Kekurangan Air ...

Pemkot Bandung Siapkan Penguatan Ketahanan Pangan

33 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Pemkot Bandung Siapkan Peng...

Upah Riil Jepang Menguat Setelah 4 Tahun Merosot

40 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Upah Riil Jepang Menguat Se...
Menkeu Purbaya Proyeksikan Defisit APBN 2026 Melebar Jadi Rp734,3 Triliun

Menkeu Purbaya Proyeksikan Defisit APBN 2026 Melebar Jadi Rp734,3 Triliun

07 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.