Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hilirisasi Perkebunan Dipacu, Nabire Disiapkan Jadi Sentra Nilai Tambah

📅 Selasa, 07 Jul 2026, 15:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hilirisasi Perkebunan Dipacu, Nabire Disiapkan Jadi Sentra Nilai Tambah Doc: ANTARA/HO-Humas Pemprov Papua Tengah
Ket. Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Ali Jamil Harahap saat meninjau pembibitan kelapa di Nabire, Senin (6/7/2026).

NABIRE – Hilirisasi komoditas perkebunan menjadi strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah, memperkuat daya saing ekspor, dan mengurangi ketergantungan pada penjualan bahan mentah.

Melalui pengembangan industri pengolahan, komoditas perkebunan dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi lebih tinggi sekaligus menciptakan lapangan kerja dan mendorong investasi.

Dalam jangka panjang, percepatan hilirisasi akan memperkuat struktur industri nasional, meningkatkan pendapatan petani, serta menjadikan sektor perkebunan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan hilirisasi komoditas perkebunan kelapa, kopi, kakao dan sagu di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, guna meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Ali Jamil Harahap di Nabire, Selasa, mengatakan Nabire menjadi daerah dengan program perkebunan terlengkap se-Papua Raya di tahun 2026.

"Di Nabire kami mengembangkan perluasan kebun kelapa 100 hektare, kakao 3.000 hektare, kopi, termasuk penataan sagu. Program ini menjadi bagian dari hilirisasi yang diarahkan Presiden (Prabowo Subianto)," katanya.

Ia mengatakan pemerintah mulai memperkuat sektor hulu melalui penyediaan benih berbagai komoditas.

Untuk kelapa, pemerintah menyiapkan pengembangan kebun seluas 100 hektare dengan kebutuhan sekitar 11.000 bibit, ditambah cadangan sekitar 2.000 bibit sehingga total 13.000 bibit harus tersedia sebelum penanaman dimulai.

"Untuk satu hektare kelapa dibutuhkan sekitar 110 batang. Karena itu kami sudah mengecek nursery kelapa dan memastikan sedikitnya 13.000 bibit harus disiapkan," ujar dia.

Selain kelapa, Kementerian Pertanian juga menyiapkan pembangunan nursery kopi sebagai bagian dari pengembangan komoditas perkebunan di Papua Tengah.

Menurut Ali, penguatan sektor hulu menjadi syarat utama keberhasilan hilirisasi karena industri memerlukan pasokan bahan baku yang berkelanjutan.

"Kalau bahan baku tersedia, maka bisa diolah menjadi produk bernilai tambah, minyak kelapa maupun berbagai produk olahan lainnya yang memiliki harga jual lebih tinggi," katanya.

Ia menambahkan Kementerian Pertanian juga mendorong keterlibatan masyarakat setempat dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari pembibitan hingga penanaman, sehingga program tersebut sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Selain itu, pemerintah akan menyelesaikan berbagai kendala pendukung, termasuk akses pupuk bersubsidi serta percepatan pembangunan fasilitas pembibitan agar seluruh target penanaman dapat terealisasi sesuai jadwal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...

Semburan asap di Pasar Baru

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Semburan asap di Pasar Baru

Antisipasi dampak abu vulkanik di TMII

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Antisipasi dampak abu vulka...
Advertisement
Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.