Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok Uji Tembak Misil Strategis di Samudra Pasifik

📅 Selasa, 07 Jul 2026, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Uji Tembak Misil Strategis di Samudra Pasifik Doc: AFP/Mark Schiefelbein
Ket. Sebuah kapal selam nuklir Tiongkok meluncur saat berpartisipasi dalam parade militer di perairan Qingdao di Provinsi Shandong pada April 2019 lalu. Pada Senin (6/7), Tiongkok dilaporkan telah melakukan uji peluncuran misil strategis dari kapal selam ke arah Samudra Pasifik.

BEIJING – Tiongkok pada pada Senin (6/7) mengumumkan bahwa sebuah kapal selamnya telah melakukan uji tembak misil strategis yang membawa hulu ledak tiruan ke Samudra Pasifik. Pernyataan Beijing itu segera menuai kecaman dari negara-negara di kawasan tersebut.

Tiongkok menunjukkan kekuatan militernya yang jarang terjadi ketika pada hari yang sama Australia dan Fiji menandatangani perjanjian pertahanan bersama yang bertujuan untuk memperkuat hubungan mereka saat Canberra berupaya mengungguli Beijing di Pasifik Selatan yang strategis.

New Zealand menggambarkan uji coba tersebut sebagai melibatkan misil balistik jarak jauh yang mampu membawa hulu ledak nuklir, tetapi Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri Tiongkok tidak mengkonfirmasi apakah misil balistik antarbenua (ICBM) telah digunakan.

Uji coba Senin tersebut terjadi dua tahun setelah Pasukan Roket elit Tiongkok menembakkan ICBM ke laut dekat Polinesia Prancis, peluncuran misil semacam itu pertama kalinya di perairan internasional dalam lebih dari 40 tahun.

Sebuah kapal selam nuklir meluncurkan misil strategis yang membawa hulu ledak dalam simulasi latihan pada pukul 12.01 siang waktu setempat, menurut pernyataan Angkatan Laut Tiongkok, seraya menambahkan bahwa misil tersebut telah mendarat dengan tepat di wilayah laut yang ditentukan.

Alex Luck, seorang analis angkatan laut yang fokus pada modernisasi militer Tiongkok, mengatakan kepada AFP bahwa misil tersebut mungkin adalah misil balistik canggih yang diluncurkan dari kapal selam, JL-3, varian jarak jauh dari JL-2 Tiongkok. Namun Luck mengatakan bahwa sama kemungkinannya misil JL-2 telah diuji dalam simulasi ini.

Misil JL-3 ini sempat dipamerkan pada parade militer di Beijing pada September lalu.

Juru bicara Angkatan Laut Wang Xuemeng mengatakan dalam pernyataannya di WeChat bahwa peluncuran uji coba tersebut adalah sebuah latihan rutin dari pelatihan militer tahunan Tiongkok dan negara-negara terkait telah diberitahu sebelumnya.

Menteri Luar Negeri New Zealand mengatakan peluncuran tersebut dilakukan dalam beberapa jam setelah negaranya diberitahu.

"Samudra Pasifik adalah samudra perdamaian dan kami sangat prihatin dengan uji coba senjata berkemampuan nuklir Tiongkok di Pasifik Selatan," kata Menteri Luar Negeri Winston Peters dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa peluncuran tersebut tidak sesuai dengan konsep stabilitas regional.

Australia juga menyebut peluncuran misil itu mengganggu stabilitas, sementara Jepang mengatakan telah menyampaikan keprihatinan serius atas meningkatnya aktivitas militer Tiongkok.

Menanggapi tentang reaksi tersebut, Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan dalam konferensi pers rutin pada Senin bahwa peluncuran misil tersebut tidak ditujukan kepada negara atau target tertentu.

"Operasi peluncuran terkait dilakukan dengan aman, secara standar, dan profesional. Diharapkan negara-negara terkait tidak akan menafsirkan hal ini secara berlebihan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning.

Peningkatan Pertahanan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Kolaborasi Lintas Subsektor...
Nasional
Obligasi Daerah Jangan Jadi...

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.