Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Papua Selatan Disiapkan Jadi Lumbung Pangan Baru, Luasnya Capai 102 Ribu Hektare

📅 Minggu, 05 Jul 2026, 18:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Papua Selatan Disiapkan Jadi Lumbung Pangan Baru, Luasnya Capai 102 Ribu Hektare Doc: ANTARA/HO-Bulog Papua.
Ket. Salah satu petani saat mengoprasikan alat pertanian di Merauke, Papua Selatan.

JAYAPURA – Pengembangan kawasan pangan menjadi strategi penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor pertanian.

Dengan pendekatan yang terintegrasi, mulai dari peningkatan produktivitas, penguatan infrastruktur, hingga akses pasar, kawasan pangan tidak hanya mampu menjaga pasokan bahan pangan, tetapi juga mendorong kesejahteraan petani dan memperkuat ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Perusahaan Umum (Perum) Bulog menyebut Papua Selatan saat ini menjadi wilayah pengembangan kawasan pangan terbesar di Tanah Papua dengan total pengembangan mencapai seluas sekitar 102 ribu hektare.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangan pers di Jayapura, Minggu (5/7), mengatakan kawasan tersebut diproyeksikan menjadi lumbung pangan masa depan Indonesia yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

"Pengembangan kawasan pangan di Papua Selatan terdiri atas 48.934 hektare lahan cetak sawah dan 53.499 hektare optimalisasi lahan yang tersebar di wilayah Merauke dan sekitarnya," katanya.

Menurut Rizal, Papua Selatan kini menjadi salah satu fokus utama pengembangan pangan nasional yang disiapkan untuk mendukung produksi beras nasional secara berkelanjutan.

Dia menjelaskan untuk itu pemerintah juga terus mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung pertanian, mulai dari penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga pembangunan Rice Milling Unit (RMU), dryer (pengering), gudang penyimpanan, serta sarana pascapanen lainnya.

"Modernisasi pertanian di Merauke telah menunjukkan hasil signifikan, di mana produktivitas gabah meningkat dari sekitar 3 ton per hektare menjadi sekitar 4-7 ton per hektare. Selain itu, indeks pertanaman juga mulai meningkat menuju target tiga kali tanam dalam setahun," katanya lagi.

Dia menambahkan peningkatan ini tidak hanya soal produksi, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan petani. Pendapatan petani di kawasan pengembangan bahkan meningkat hingga 300 persen.

"Tingginya potensi kawasan tersebut juga terlihat dari antusiasme petani yang mengusulkan tambahan sekitar 2.000 hektare lahan cetak sawah baru untuk mendukung perluasan produksi pangan," ujarnya

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengikuti kegiatan gerakan tanam padi serentak yang dipimpin oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, bertempat di Desa Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Sabtu (4/7).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Luar Negeri
Sekjen Desak Pengaturan “...
Advertisement
Fenomena "Sound Horeg" Seniman Jatim Akui Sekarang Sudah Kelewat Batas!

Fenomena "Sound Horeg" Seniman Jatim Akui Sekarang Sudah Kelewat Batas!

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.