Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Turis Prancis Dijambret Ponselnya di Kota Tua

📅 Selasa, 07 Jul 2026, 16:01 WIB | Oleh:
Turis Prancis Dijambret Ponselnya di Kota Tua Doc: ANTARA/Risky Syukur
Ket. Suasana kawasan wisata Kota Tua, Jakarta Barat, Minggu (5/7).

JAKARTA -- Polisi meringkus seorang penjambret telepon seluler (ponsel) milik turis asal Prancis di Kota Tua, Jakarta Barat, saat pelaku masih berkeliaran di kawasan wisata tersebut untuk mencari target baru.

Kapolsek Metro Tamansari Kompol Bobby M Zulfikar mengatakan peristiwa itu terjadi pada Senin (6/7) sore saat korban sedang berwisata di Kota Tua Jakarta.

Ketika tengah melakukan swafoto, pelaku tiba-tiba datang dan langsung merampas ponsel milik turis tersebut.

"Pelaku ini merampas ponsel milik warga negara Prancis yang tengah menikmati liburan di Kota Tua," kata Bobby kepada wartawan di Mapolres Jakarta Barat, Selasa.

Setelah ponselnya dijambret, turis Prancis bernama Duckhaufour itu langsung melapor ke Pos Polisi Pinangsia.

"Jadi, kita dapat laporan itu sekitar pukul 17.00 WIB, dan anggota Reskrim langsung mendatangi lokasi kejadian," ujar Bobby.

Saat polisi melakukan penyisiran, pelaku ternyata diketahui masih berkeliaran di kawasan Kota Tua.

Bukannya melarikan diri, pelaku justru diduga tengah mencari target atau korban baru untuk dijambret.

"Tersangka ditangkap hari itu juga dan masih di kawasan Kota Tua. Sepertinya, ada kemungkinan tersangka itu juga menyasar kepada para wisatawan-wisatawan lainnya," tutur Bobby.

Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengaku baru pertama kali melancarkan perbuatannya. Namun, pihak kepolisian tidak percaya begitu saja.

"Menurut pengakuannya, baru satu kali ini saja, namun masih kami coba dalami lagi," ungkap Bobby.

Setelah mengamankan pelaku, polisi juga melakukan tes urine. Hasilnya, pelaku diketahui melakukan tindak kriminal tersebut di bawah pengaruh obat-obatan terlarang.

"Ketika kita tes urine, si pelaku ini positif mengonsumsi narkotika," papar Bobby.

Dia pun menyebutkan motif pelaku nekat menjambret itu tidak hanya karena faktor ekonomi, melainkan juga untuk memenuhi rasa kecanduan narkotika jenis sabu-sabu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.