Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ingin Investasi PLTS 100 GW Ngebut? Perkuat Tata Kelola Dulu

📅 Sabtu, 04 Jul 2026, 10:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ingin Investasi PLTS 100 GW Ngebut? Perkuat Tata Kelola Dulu Doc: ANTARA/ HO-PMSE.
Ket. Foto udara Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di Waduk Cirata, Jawa Barat.

JAKARTA – Investasi di sektor Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) semakin menarik karena tidak hanya mendukung transisi menuju energi bersih, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.

Seiring meningkatnya kebutuhan listrik dan dorongan untuk mengurangi emisi karbon, PLTS dinilai mampu menjadi sumber energi yang lebih berkelanjutan dengan biaya operasional yang relatif efisien dalam jangka panjang.

Di sisi lain, semakin banyak investasi yang masuk ke sektor PLTS juga dapat mempercepat pengembangan industri energi terbarukan di dalam negeri.

Dampaknya tidak hanya pada bertambahnya kapasitas listrik hijau, tetapi juga terciptanya lapangan kerja, berkembangnya industri pendukung, hingga meningkatnya daya saing Indonesia dalam menghadapi tren ekonomi rendah karbon yang kini menjadi perhatian dunia.

PLN Watch menyatakan, penguatan tata kelola dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) dinilai menjadi faktor penting untuk mempercepat investasi, meningkatkan kepercayaan publik, serta mendukung transisi energi.

"PLN sedang masuk ke proyek energi masa depan yang nilainya sangat strategis," kata Ketua Umum PLN Watch KRT Tohom Purba di Jakarta, Sabtu (4/7).

Ia menyatakan program PLTS 100 GW merupakan salah satu proyek strategis nasional yang berpotensi menjadi motor baru pengembangan energi bersih Indonesia.

Menurut dia, besarnya nilai investasi proyek tersebut perlu diimbangi dengan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan memiliki kepastian hukum.

"Karena itu, pengadaan lahan, pemetaan lokasi, kerja sama antarlembaga, hingga proses lelang perlu dikawal sejak awal agar berjalan baik dan memberikan kepastian bagi semua pihak," ujarnya.

Tohom mengapresiasi langkah PT PLN (Persero) yang berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN dan Kementerian ESDM dalam menyiapkan kebutuhan lahan pembangunan PLTS.

Karena kata dia, sinergi tersebut menjadi fondasi penting untuk mempercepat realisasi proyek sekaligus mengatasi tantangan penyediaan lahan, jaringan transmisi, dan keterhubungan dengan gardu induk.

Tohom menilai rencana penyediaan sekitar 28 ribu hektare lahan di Pulau Jawa merupakan langkah strategis pemerintah dalam mempercepat pemanfaatan energi baru terbarukan.

Seluruh proses tersebut, kata dia, perlu didukung sistem administrasi yang kuat, terbuka, dan mudah diaudit sehingga meningkatkan kepercayaan investor.

Ia juga mendorong PLN memperkuat kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada aspek pencegahan sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola proyek strategis nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.