Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebakaran TPA Jatwaringin Belum Padam, Warga Diminta Pakai Masker Saat Beraktivitas di Luar Rumah

📅 Sabtu, 04 Jul 2026, 11:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebakaran TPA Jatwaringin Belum Padam, Warga Diminta Pakai Masker Saat Beraktivitas di Luar Rumah Doc: ANTARA
Ket. Petugas PMI membagikan masker kepada pengendara yang melintas di sekitar lokasi kebakaran TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (1/7/2026).

TANGERANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Banten meminta masyarakat setempat menggunakan masker guna mencegah terjangkit infeksi saluran pernapasan akut (ispa) akibat paparan asap kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk.

"Kita selain pelayanan kesehatan, kemudian bagi-bagi masker, satu lagi ada yang paling penting, kita woro-woro (mengumumkan) setiap hari, pagi dan sore kepada masyarakat yang terdampak itu tentang bagaimana cara menghindari infeksi saluran pernapasan atas akibat asap ini," kata Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi di Tangerang, Jumat.

Masyarakat juga dianjurkan tidak beraktivitas di sekitar lokasi kebakaran TPA Jatiwaringin, khususnya mereka di Kecamatan Rajeg, Sukadiri, dan Mauk.

Selain itu, katanya, di tengah kondisi saat ini masyarakat tetap menjaga stamina tubuh, khususnya selama kemarau, agar tidak mudah terserang segala penyakit.

Ia menjelaskan penerapan pola hidup bersih dan sehat menjadi cara utama menjaga kesehatan tubuh di berbagai kondisi, seperti saat kemarau dan kualitas udara buruk dampak asap kebakaran TPA Jatiwaringin.

"Masyarakat yang terdampak asap, segera jika ada asap itu segera hindari dengan berpindah lokasi. Jika tidak memungkinkan, usahakan pakai masker," katanya.

Pihaknya mencatat 154 warga terpapar ispa imbas kebakaran TPA. Komplikasi pneumonia harus diwaspadai karena bisa menyebabkan kematian.

"Yang paling penting dijaga jangan sampai mereka itu menjadi pneumonia. Kalau dia jadi pneumonia akan berbahaya, karena pneumonia pada balita atau orang yang rentan bisa menyebabkan kematian gitu," katanya.

Hingga kini, pihaknya belum menerima laporan mengenai gejala pneumonia dari ratusan warga yang terpapar ispa akibat kebakaran tersebut.

"Kalau baru ispa sudah kita obati, insyaallah enggak akan sampai ke pneumonia. Tapi kalau enggak ketemu, itu yang berbahaya. Mereka nanti bisa jadi pneumonia," kata dia.

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) meminta masyarakat setempat menghindari paparan asap kebakaran TPA Jatiwaringin, seiring dengan kondisi memburuk kualitas udara disebabkan terjadi konsentrasi partikulat halus di lokasi mencapai sekitar 1.000 mikrogram per meter kubik, yang jauh melampaui baku mutu harian nasional 55 meter kubik.

"Kami sampaikan tentu pada masyarakat yang berada di lokasi sekitar sini agar tetap menggunakan alat pelindung diri, termasuk menggunakan masker agar dampak pada kesehatan mereka bisa tertangani. Ini langkah-langkah kita sekarang," ucap Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH) KLH Rasio Ridho Sani.

Berdasarkan data pada stasiun pemantauan kualitas udara KLH pada siang hari menunjukkan paparan polusi udara jenis particulate matter (PM2.5) di TPA Jatiwaringin melebihi ambang batas. Nilai PM2.5 tercatat mencapai angka 1.000 dari baku mutu seharusnya 55, sedangkan untuk PM10 mencapai angka 750 dari baku mutu yang ideal di angka 75.

Pihaknya juga mengukur parameter nitrogen oksida (NOx) dan Sulfur Oksida (SOx) yang timbul akibat kebakaran timbunan sampah di TPA Jatiwaringin.

"Partikulatnya SOx, NOx karena juga di sini yang terbakar di antaranya ada plastik dan sebagainya, tentu plastik kan juga berdampak ke kesehatan," ujarnya.

Menurut dia, polusi udara dampak kebakaran TPA Jatiwaringin lebih parah dibandingkan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pasalnya, timbunan sampah yang terbakar itu mengandung biomassa dan gas metana.

"Karena dampak kualitas udaranya, pertama dia ada biomassa ada gas metannya kemudian kan ada plastik dan sebagainya," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Megapolitan
BPBD DKI Jakarta Lakukan Op...
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.