Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Alarm untuk Ekspor! Ekonom Sebut Tarif AS Bisa Tekan Kinerja Semester II

📅 Sabtu, 04 Jul 2026, 10:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Alarm untuk Ekspor! Ekonom Sebut Tarif AS Bisa Tekan Kinerja Semester II Doc: ANTARA FOTO/ Aditya Pradana Putra.
Ket. Aktivitas bongkar muat kontainer di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah.

JAKARTA – Ekspor memegang peran penting sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi karena mampu meningkatkan devisa, memperluas pasar bagi produk dalam negeri, serta mendorong peningkatan kapasitas produksi industri.

Kinerja ekspor yang kuat juga membantu menjaga stabilitas neraca perdagangan dan memperkuat ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Di sisi lain, keberlanjutan pertumbuhan ekspor sangat bergantung pada daya saing produk, diversifikasi pasar tujuan, serta kemampuan pelaku usaha memenuhi standar internasional.

Dengan strategi yang tepat, ekspor tidak hanya menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah produk nasional.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai prospek ekspor Indonesia pada semester II 2026 masih dibayangi sejumlah tantangan, mulai dari dampak kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) hingga tekanan harga komoditas global.

Yusuf, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (3/7), mengatakan dampak penuh kebijakan tarif impor AS diperkirakan baru akan terasa pada paruh kedua tahun ini karena penyesuaian pesanan dari importir membutuhkan waktu beberapa bulan.

Menurut dia, selain dampak tarif AS, Indonesia juga perlu mengantisipasi risiko pengalihan pesanan ekspor ke negara-negara pesaing seperti Vietnam dan Meksiko yang dinilai memiliki daya saing lebih tinggi di pasar Amerika.

Di sisi lain, harga sejumlah komoditas ekspor utama seperti batu bara dan minyak sawit mentah (CPO) juga masih menghadapi tekanan siklus.

Sementara itu, permintaan logam industri dari China belum sepenuhnya pulih karena stimulus ekonomi negara tersebut berjalan lebih lambat dari perkiraan.

Meski demikian, Yusuf melihat masih terdapat faktor penopang yang dapat menjaga kinerja ekspor Indonesia.

Ia mencatat ekspor nonmigas Indonesia ke China sepanjang Januari hingga Mei 2026 masih tumbuh 17,7 persen secara tahunan, sehingga menjadi bantalan terhadap pelemahan permintaan di pasar lainnya.

Selain itu, selama permintaan terhadap produk turunan nikel tetap terjaga, peluang pertumbuhan ekspor Indonesia dinilai masih terbuka.

"Dengan kondisi tersebut, saya memperkirakan pertumbuhan ekspor pada semester kedua akan berada di kisaran nol sampai dua persen dengan risiko yang cenderung mengarah ke bawah apabila negosiasi tarif dengan Washington tidak menghasilkan pelonggaran," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan ekspor Indonesia ke Amerika Serikat saat ini masih dikenakan tarif universal sebesar 10 persen yang berlaku selama 150 hari hingga 24 Juli 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Pemkab Bekasi Bentuk TP2D A...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.