Alarm untuk Ekspor! Ekonom Sebut Tarif AS Bisa Tekan Kinerja Semester II
📅 Sabtu, 04 Jul 2026, 10:10 WIB | Oleh: Tim PenulisTarif tersebut merupakan pengganti sementara kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat yang sebelumnya dibatalkan oleh Mahkamah Agung AS.
Setelah masa berlaku tarif universal berakhir, Pemerintah AS akan menetapkan kebijakan tarif baru yang akan berlaku bagi negara mitra dagangnya, termasuk Indonesia.
Pemerintah menyatakan terus melakukan pendekatan dan negosiasi dengan AS untuk memperoleh tarif yang lebih kompetitif, termasuk mendorong agar sejumlah komoditas mendapatkan tarif 0 persen.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor nonmigas Indonesia pada Mei 2026 mencapai 22,45 miliar dolar AS atau mengalami kontraksi 4,5 persen dibandingkan Mei 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kontraksi tersebut terutama dipengaruhi penurunan ekspor logam mulia dan perhiasan atau permata, bijih logam, terak dan abu, serta besi dan baja.
Berdasarkan sektor, ekspor nonmigas masih didominasi industri pengolahan dengan nilai 19,05 miliar dolar AS, namun mengalami kontraksi 3,59 persen secara tahunan.
Sementara itu, ekspor sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 20,43 persen menjadi 500 juta dolar AS, sedangkan ekspor sektor pertambangan dan lainnya turun 7,03 persen menjadi 2,89 miliar dolar AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!