Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Industri Kreatif Dinilai Mampu Pulihkan Ekonomi dari Akar Rumput

📅 Minggu, 28 Jun 2026, 20:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Industri Kreatif Dinilai Mampu Pulihkan Ekonomi dari Akar Rumput Doc: ANTARA/ HO-Kementerian UMKM
Ket. Ilustrasi - Salah seorang pekerja di sektor industri kreatif klaster fesyen dan kerajinan tangan di Klaten, Jawa Tengah.

JAKARTA – Industri kreatif semakin menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi karena bertumpu pada inovasi, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi untuk menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.

Penguatan ekosistem industri kreatif tidak hanya mampu menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.

Namun, pengembangannya memerlukan dukungan berupa akses pembiayaan, perlindungan hak kekayaan intelektual, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perluasan akses pasar agar potensi ekonomi kreatif dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar memandang industri kreatif berperan menjadikan praktik restoratif relevan bagi masyarakat melalui inovasi, kolaborasi, serta proses produksi hingga pemasaran yang tidak bersifat eksploitatif.

“Dari sebelum storytelling sudah ada yang namanya produksi barangnya secara tidak ekstraktif, bagaimana pengemasan barangnya, bagaimana pemasaran barangnya sampai ke konsumen. Ini adalah tali rantai yang tidak bisa terputuskan,” kata Irene dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (27/6).

Dalam forum diskusi Kunstkring Dialogue tentang ekonomi restoratif, Wamen Ekraf menegaskan komitmen Kementerian Ekraf mendorong ekonomi restoratif melalui penguatan industri kreatif yang berorientasi pada keberlanjutan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat.

Irene menambahkan, ekonomi restoratif merupakan langkah lanjutan dari konsep sustainability. Fokusnya tidak lagi sekadar mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Ekonomi kreatif didorong untuk ikut memulihkan lingkungan, budaya, dan ekosistem sosial melalui aktivitas ekonomi.

Dalam hal ini, ekonomi kreatif berperan menghubungkan praktik restoratif dari proses produksi hingga pemasaran, sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan masyarakat, khususnya generasi muda.

Dalam dialog ini, juga ditekankan bahwa ekonomi restoratif merupakan pendekatan pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memulihkan lingkungan, melestarikan budaya, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kerangka ASIK (Alam, Sejarah, Imajinasi, dan Kolaborasi) dinilai menjadi fondasi untuk membangun daerah dengan menciptakan nilai ekonomi sekaligus menjaga sumber daya dan identitas yang menjadi kekuatan utamanya.

“Inovasi dan kolaborasi ini merupakan the future. Unique selling points ekonomi kreatif Indonesia itu terletak pada budaya dan sejarah kita. Dengan adanya itu barulah kita bisa mendefinisikan ke depannya seperti apa,” katanya lagi.

Indonesia dinilai memiliki modal besar berupa kreativitas dan imajinasi. Tantangan utama bukan mencari lebih banyak sumber daya, melainkan memperkuat kolaborasi antar-pemangku kepentingan agar potensi daerah berkembang secara berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Pemkab Bekasi Bentuk TP2D A...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.