Pasar Tak Bergairah, IHSG Terkoreksi Meski Tipis Sepekan Ini
📅 Jumat, 01 Agu 2025, 20:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan tipis sebesar 5,73 poin atau setara -0,08 persen sepanjang pekan 28 Juli hingga 1 Agustus 2025.
Kinerja itu mencerminkan sentimen pasar yang masih dibayangi ketidakpastian baik dari dalam maupun luar negeri.
Tekanan terhadap IHSG terutama berasal dari minimnya katalis positif domestik serta kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan suku bunga global, khususnya dari The Fed yang diperkirakan tetap hawkish.
Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut memperburuk persepsi risiko terhadap aset-aset pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Sektor-sektor yang sebelumnya menopang indeks terlihat cenderung stagnan, sementara sektor finansial dan barang konsumen menunjukkan tekanan jual yang lebih kuat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Volume perdagangan yang cenderung menurun juga menandakan sikap wait and see pelaku pasar dalam merespons dinamika ekonomi makro dan laporan kinerja emiten kuartal II-2025 yang mulai dirilis.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun pelemahan IHSG relatif terbatas secara persentase, pasar saham masih sangat sensitif terhadap perkembangan eksternal dan membutuhkan sinyal kuat dari sisi kebijakan maupun data ekonomi domestik untuk kembali menguat secara berkelanjutan.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (1/8) sore, ditutup menguat 53,43 poin atau 0,71 persen ke posisi 7.537,77 di tengah pelemahan bursa saham kawasan Asia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 6,35 poin atau 0,80 persen ke posisi 796,82.
"Mengawali bulan ini, bursa regional Asia cenderung bergerak melemah. Pasar tampaknya terbebani oleh tarif timbal balik baru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai dari 10 persen hingga 41 persen pada impor dari negara-negara tanpa kesepakatan perdagangan, efektif hari ini," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Dari kawasan Asia, survei swasta menunjukkan penurunan tidak terduga sektor manufaktur China pada Juli 2025, memperkuat data resmi yang menandai penurunan bulanan ke empat, di tengah hambatan perdagangan yang sedang berlangsung dan gangguan cuaca buruk.
Para pejabat AS dan China telah menyelesaikan perundingan perdagangan di Stockholm, Swedia, namun Trump belum menyetujui perpanjangan gencatan senjata terhadap tarif yang berlaku.
Dari AS, data menunjukkan Price Consumer Index (PCE) Inti dan harga umum melampaui ekspektasi pada Juni 2025, yang memperkuat kekhawatiran tentang inflasi terus-menerus di sektor-sektor utama ekonomi, dan semakin memperumit prospek potensi penurunan suku bunga pada September 2025.
Pelaku pasar saat ini mengalihkan perhatian terhadap laporan ketenagakerjaan AS periode Juli 2025, yang diharapkan akan memberikan wawasan baru tentang kondisi pasar tenaga kerja dan membantu membentuk langkah kebijakan The Fed selanjutnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!