Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Iran Sebut Uranium yang Diperkaya Bukan Bagian dari Negosiasi dengan AS

📅 Rabu, 27 Mei 2026, 19:34 WIB | Oleh:
Iran Sebut Uranium yang Diperkaya Bukan Bagian dari Negosiasi dengan AS Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Ilustrasi Amerika Serikat dan Iran.

ISTANBUL, TURKI - Iran menegaskan bahwa uranium yang diperkaya bukan bagian dari negosiasi yang sedang berlangsung untuk mengakhiri konfliknya dengan AS, kata wakil sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Ali Bagheri, Rabu (27/5).

“Isu ini tidak ada dalam agenda negosiasi,” kata Bagheri dalam pernyataan yang dimuat oleh kantor berita semi-resmi Iran, Fars.

Komentar tersebut disampaikan di sela-sela konferensi keamanan internasional di Moskow, Russia.

Di lain pihak, Presiden AS Donald Trump pada Senin (25/5) mengatakan persediaan uranium yang diperkaya milik Iran akan segera diserahkan kepada Washington untuk dimusnahkan atau dihancurkan di lokasi yang disepakati bersama Teheran.

Pernyataan tersebut muncul ketika Washington dan Teheran melanjutkan proses diplomatik yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri perang yang dimulai dengan serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu pembalasan dari Iran.

Ancam AS

Sementara itu, Iran memperingatkan setiap serangan lanjutan oleh AS dan Israel akan dibalas dengan respons yang "lebih keras" dan "lebih kuat," kata juru bicara senior angkatan bersenjata Iran Abolfazl Shekarchi.

"Jika kawasan memasuki babak perang baru, respons Iran akan melampaui kawasan dan berlangsung jauh lebih keras serta lebih kuat," kata Shekarchi dalam pernyataannya, seperti dikutip Fars, Selasa (26/5).

Sebelumnya, kantor berita semi-resmi itu melaporkan pesawat AS dan Israel menyerang kapal-kapal Iran di selatan Pulau Larak dekat Selat Hormuz dan menewaskan sejumlah warga Iran.

Pernyataan itu muncul di tengah upaya mediasi yang dipimpin Pakistan untuk mengakhiri perang yang meletus setelah serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari dan dibalas oleh Iran.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April dan kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden AS Donald Trump. Ant/sumber: Anadolu

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Daerah
Tiga Daerah di Sumut Diland...
Luar Negeri
Mantan Presiden Senegal Mun...
Advertisement
Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.