Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pentingnya Peran Ayah tak Bisa Digantikan Oleh AI

📅 Minggu, 28 Jun 2026, 15:56 WIB | Oleh:
Pentingnya Peran Ayah tak Bisa Digantikan Oleh AI Doc: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
Ket. Sesmendukbangga/Sekretaris Utama BKKBN Budi Setiyono (tengah) dalam peringatan Harganas ke-33 di Yogyakarta, Minggu (28/6).

YOGYAKARTA -- Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Sesmendukbangga), Budi Setiyono menegaskan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan, karena kehadirannya tidak akan pernah bisa digantikan oleh kecerdasan buatan atau AI.

Budi mengemukakan tantangan terbesar keluarga Indonesia saat ini bukan lagi penjajahan fisik, melainkan dominasi algoritma digital yang berpotensi menggeser peran orang tua, khususnya ayah, dalam membentuk karakter anak.

"Kalau dulu kita berhadapan dengan para penjajah, sekarang kita berhadapan dengan penjajahan baru, yaitu dominasi algoritma digital. Perangkat digital, media sosial, hingga AI kini semakin memengaruhi cara berpikir dan bertindak anak-anak," kata Budi dalam senam sehat dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Yogyakarta, Minggu.

Menurutnya, kehadiran teknologi dan AI dikhawatirkan mengikis kualitas hubungan dalam keluarga sekaligus melemahkan nilai-nilai kebangsaan. Oleh karena itu, peringatan Harganas diharapkan bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi momentum untuk mengingat kembali nilai-nilai keluarga yang menjadi fondasi bangsa sejak masa perjuangan kemerdekaan.

"Ayah tidak hanya bertugas mencari nafkah, tetapi juga hadir mendampingi anak, memberikan keteladanan, perlindungan, serta membimbing mereka menghadapi berbagai ancaman zaman, mulai dari penyalahgunaan narkoba, kekerasan remaja, seperti klitih, tawuran pelajar, hingga paparan radikalisme dan penyimpangan perilaku," ujar dia.

Ia menilai kehadiran figur ayah menjadi benteng pertama dalam membangun karakter dan ketahanan anak agar mampu menghadapi berbagai risiko di era digital.

Bagi anak-anak yang tumbuh tanpa kehadiran ayah, pemerintah mendorong lingkungan sosial mengambil peran sebagai sistem pendukung. Guru, tetangga, keluarga besar, tokoh agama, pengasuh, hingga pemimpin masyarakat diharapkan dapat memberikan pendampingan agar setiap anak tetap memperoleh perhatian, bimbingan, dan perlindungan.

Harganas ke-33 tahun 2026 mengusung tema "Ayah Wajib Hadir" sebagai pengingat bahwa peran ayah tidak boleh tergantikan oleh teknologi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Ekonomi
Upaya Percepatan Pemulihan ...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.