Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tingkatkan Pelayanan Berbasis Digital, Gubernur Aceh Dorong Program Satu Data Aceh Lebih Akurat dan Terintegrasi

📅 Kamis, 13 Agu 2026, 02:50 WIB | Oleh:
Tingkatkan Pelayanan Berbasis Digital, Gubernur Aceh Dorong Program Satu Data Aceh Lebih Akurat dan Terintegrasi Doc: Humas Aceh
Ket. Ilustrasi kegiatan Gubernur Aceh.

BANDA ACEH - Gubernur Aceh Muzakir Manaf meminta satuan kerja perangkat Aceh (SKPA) menyempurnakan program Satu Data Aceh agar menghasilkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan mudah diakses.

"Ini adalah salah satu program yang wajib diwujudkan sebagai bentuk pemutakhiran pelayanan publik berbasis digital. Kita butuh data yang terintegrasi, diperbarui secara berkala, dan disajikan dengan cepat dan konsisten," kata Muzakir Manaf di Aceh Besar, Rabu.

Pernyataan itu disampaikan Muzakir dalam Forum Satu Data Aceh yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh bersama Australia Indonesia Partnership-Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar (AIP-SKALA) di Aceh Besar.

Mualem, sapaan Muzakir Manaf, mengatakan pengembangan Satu Data Aceh penting karena menjadi bagian dari visi dan misi pembangunan Aceh 2025–2030.

Program tersebut juga merupakan implementasi Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia yang diturunkan melalui Peraturan Gubernur Aceh Nomor 39 Tahun 2023.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Aceh M Nasir mengatakan program Satu Data Aceh ditujukan untuk memperkuat tata kelola dan kualitas data dalam mendukung perencanaan pembangunan berbasis bukti.

Menurut dia, tata kelola tersebut harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta selaras dengan prioritas pembangunan daerah dan nasional.

Nasir mengatakan tantangan Satu Data Aceh tidak lagi sekadar menyediakan data, tetapi memastikan data yang digunakan sama, benar, mutakhir, mudah diakses, dan tersedia saat dibutuhkan.

"Kita masih menghadapi berbagai persoalan, seperti banyaknya sumber dan pemilik data, beragam aplikasi dan sistem informasi yang belum sepenuhnya terintegrasi, serta data yang belum diperbarui secara berkala," katanya.

Ia menambahkan kebutuhan data juga belum selalu dapat dipenuhi secara cepat dan konsisten karena belum semua sumber data terintegrasi.

Dalam pelaksanaan sejumlah program pemerintah pusat di Aceh, kata Nasir, pernah terjadi perbedaan data atau capaian kegiatan antara kementerian/lembaga dan pemerintah Aceh.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan data bukan hanya persoalan teknis atau administrasi. Data dapat memengaruhi perencanaan, penganggaran, pengambilan keputusan, evaluasi program, bahkan komunikasi publik," ujarnya.

Karena itu, Nasir menegaskan Satu Data Aceh harus membangun satu ekosistem data yang saling terhubung, bukan memperbanyak aplikasi yang justru memisahkan sumber data.

Menurut dia, pemerintah juga perlu memperjelas pemilik dan produsen data, mekanisme pemutakhiran, standar dan definisi data, waktu pembaruan, akses data, serta pihak yang bertanggung jawab atas kualitas data.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

47 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.