Kemdiktisaintek dan Pertamina Berkolaborasi Perkuat SDM Dukung Ketahanan Energi
📅 Jumat, 03 Jul 2026, 09:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Kemendiktisains
JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Pertamina membuka peluang kolaborasi penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mendukung transisi energi melalui pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam keterangan di Jakarta, Jumat menilai penguatan SDM untuk Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt (GW), pengembangan energi panas bumi (geotermal), serta pengembangan pendidikan vokasi untuk memenuhi kebutuhan SDM menjadi hal penting dan menjadi salah satu program strategis pemerintah yang diharapkan dapat mendukung ketahanan energi, sekaligus mendorong pertumbuhan industri dalam negeri.
"Salah satu program yang diharapkan pemerintah adalah mempercepat pengurangan impor BBM (Bahan Bakar Minyak), terutama untuk pembangkit-pembangkit diesel yang masih mengkonsumsi solar. Seiring dengan kebijakan elektrifikasi, kebutuhan terhadap pembangkit PLTS juga akan semakin besar. Ini merupakan hal yang sangat strategis, dan kita berharap program ini juga bisa membangkitkan industri maupun ekonomi di dalam negeri. Semakin besar kita bisa memproduksi sendiri dan menghasilkan sendiri, tentu akan semakin baik," ujar Mendiktisaintek Brian.
Mendiktisaintek juga menekankan bahwa pengembangan EBT diharapkan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia, baik melalui peningkatan ketahanan energi maupun penguatan kapasitas industri nasional dan penyerapan tenaga kerja.
Sejak awal, lanjut dia, Kemdiktisaintek diminta menyiapkan berbagai kajian sebagai bahan rekomendasi kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT PLN (Persero), Danantara, serta para pemangku kepentingan terkait.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam hal ini Kemdiktisaintek berperan dalam memberikan masukan berbasis kajian ilmiah, sementara pelaksanaan program tetap menjadi kewenangan kementerian teknis.
Mendiktisaintek menambahkan berbagai data dan masukan dari Pertamina akan menjadi salah satu bahan dalam penyusunan rekomendasi berbasis kajian yang disampaikan Kemdiktisaintek dalam berbagai forum pembahasan bersama kementerian dan lembaga terkait.
"Kemdiktisaintek telah memiliki berbagai kajian mengenai model pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, sehingga hasil kajian tersebut dapat menjadi masukan apabila terdapat peluang pengembangan lebih lanjut oleh pihak yang berkepentingan," kata Mendiktisaintek Brian Yuliarto.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero) Agung Wicaksono menyampaikan sejumlah inisiatif Pertamina dalam mendukung transisi energi, antara lain melalui pengembangan PLTS dalam Program Dediselisasi, pengembangan geotermal, serta penyusunan konsep pendidikan vokasi yang sebagai bagian dari penguatan kapasitas SDM di sektor energi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!