Waooww…Pemprov Jakarta Bidik Wisata Kebugaran, Siapa Berminat
📅 Kamis, 02 Jul 2026, 21:02 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Kebugaran tak sekadar kegiatan demi sehat, tapi menjadi objek pariwisata. Maka, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Jakarta berkolaborasi dengan industri perhotelan dan agen perjalanan mengadakan program wisata kebugaran dan kesehatan (wellness tourism dan medicine tourism).
"Paket-paket bundling dengan hotel dan tempat-tempat wellness ataupun paket pengobatan yang ada di Jakarta, seperti di Rumah Sakit Pondok Indah, Rumah Sakit Cipto, dan sebagainya yang punya kelebihan-kelebihan dalam hal medicine," kata Ketua Subkelompok Usaha Pariwisata, Disparekraf DKI Jakarta, Syarif Hidayat dalam acara daring yang dipantau di Jakarta, Kamis.
Menurut Syarif, kolaborasi dengan berbagai pihak dalam penyelenggaraan industri pariwisata yang ada di Jakarta merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan posisi Jakarta sebagai kota global.
"Selama ini yang kami lihat, industri pariwisata di Jakarta, seperti hotel, sudah punya program-program, tapi mereka hanya jalan sendiri. Kami dari Pemprov punya keinginan bagaimana caranya antara satu asosiasi dengan asosiasi yang lain saling berhubungan," kata dia.
Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) DKI Jakarta, Rina Darmawan berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dapat mengumpulkan para agen perjalanan dalam kegiatan-kegiatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Karena kalau tidak, masing-masing jalan sendiri. Karena kami mungkin secara sektoral agak sungkan, tapi kalau ada dinas yang mendorong kami untuk berkumpul dan mengadakan kegiatan yang bisa dilakukan bersama-sama, itu sangat menyenangkan," kata dia.
Sementara itu, dalam kesempatan berbeda, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno pernah menyampaikan Kota Jakarta memiliki kekayaan warisan kebugaran seperti pijat Betawi, ramuan herbal nusantara, bir pletok, tradisi meditasi, dan olah tubuh.
Menurut Wagub, semua ini merupakan kekayaan autentik yang menjadikan Jakarta berdaya saing kuat di tingkat regional maupun internasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rano menyampaikan bahwa Jakarta dengan segala dinamikanya sedang bergerak menuju transformasi besar. "Menuju kota global yang bukan hanya kompetitif tetapi juga nyaman, seimbang dan membahagiakan bagi seluruh warganya," katanya.
Edukasi
Sementara itu, Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Jakarta, Rina Darmawan berpendapat bahwa membenahi pariwisata di Jakarta harus dimulai dari mengenalkan pariwisata melalui pendidikan sejak dini.
"Harus mulai mengenalkan pariwisata dari mulai pendidikan dasar. Bagaimana anak-anak sekolah dasar punya kesadaran bahwa pariwisata itu juga sesuatu anugerah buat mereka di Jakarta," kata dia dalam acara yang dipantau di Jakarta, Kamis.
Dia mencontohkan, anak-anak di Bali sudah diajari sejak dini bahwa pariwisata adalah bidang mata pencaharian orang tua mereka. Dari sini, anak-anak yang kemudian menjadi sumber daya manusia (SDM) bidang pariwisata memahami hal-hal yang dibutuhkan bidang tersebut semisal pelayanan yang baik.
"Dari anak-anak yang dengan pendidikannya sadar akan wisata ini lahir SDM-SDM unggul untuk pariwisata, sehingga hospitality (pelayanan) yang diharapkan ada di hotel, ada di tempat rekreasi atau restoran itu tidak susah," kata Rina.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!