Padi yang Mampu Menangkap Nitrogen Sendiri Akhiri Penggunaan Pupuk Kimia
📅 Kamis, 02 Jul 2026, 07:13 WIB | Oleh: Haryo BronoIndustri pupuk nitrogen diperkirakan mengonsumsi sekitar 1–2 persen total energi dunia dan menyumbang emisi karbon dalam jumlah besar karena masih bergantung pada gas alam sebagai bahan baku utama. Namin masalah tidak berhenti ketika pupuk diaplikasikan ke sawah.
Tanaman sebenarnya hanya mampu menyerap sebagian nitrogen yang diberikan. Sisanya hilang melalui pencucian tanah, menguap ke atmosfer, atau terbawa aliran air menuju sungai, danau, hingga wilayah pesisir.
Fenomena ini memicu eutrofikasi, yaitu ledakan pertumbuhan alga akibat kelebihan nutrisi di perairan. Ketika alga mati dan terurai, oksigen di dalam air habis sehingga menyebabkan kematian ikan serta merusak ekosistem perairan.
Sebagian nitrogen yang tertinggal di tanah juga diubah oleh mikroorganisme menjadi dinitrogen oksida (N2O), gas rumah kaca yang memiliki potensi pemanasan global hampir 300 kali lebih kuat dibanding karbon dioksida dalam rentang waktu 100 tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan populasi dunia yang diperkirakan mendekati 10 miliar jiwa pada pertengahan abad ini, kebutuhan pupuk diperkirakan terus meningkat apabila tidak ada terobosan teknologi baru. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!