Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

UMKM Pesta Kesenian Bali Kloter Dua Aman dari Bahan Berbahaya

📅 Kamis, 02 Jul 2026, 23:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
UMKM Pesta Kesenian Bali Kloter Dua Aman dari Bahan Berbahaya Doc: Antara
Ket. BBPOM di Denpasar uji sampel produk UMKM kuliner kloter kedua PKB 2026 di Denpasar, Kamis (2/7/2026).

Denpasar - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar menyatakan UMKM kuliner kloter kedua di Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 aman dari bahan berbahaya usai dilakukan uji sampel.

“Dari hasil pengujian cepat kami tadi, diperoleh hasil bahwa tidak ada bahan berbahaya yang ditambahkan pada makanan yang dijual di area kuliner PKB kali ini, untuk pedagang tahap dua aman,” kata Ketua Tim Informasi dan Komunikasi BBPOM di Denpasar Ni Putu Ekayani.

Ekayani di Denpasar, Kamis, menyebut BBPOM terlebih dahulu mengambil 18 jenis makanan sebagai sampel, di antaranya adalah kerupuk, ikan teri, sate cumi, sambal terasi, bakso, tahu, sate ikan, es biji, mie basah, dan laklak atau jajan khas Bali.

Jenis-jenis makanan ini paling dicurigai mengandung bahan berbahaya, seperti cumi dan bakso yang berpotensi ditambah formalin, laklak mengandung boraks, serta terasi dan biji es cendol mengandung rhodamin b.

“Hampir semua pedagang kami sudah ambil sampelnya, jadi aman tidak ada bahan berbahaya seperti formalin, boraks, pewarna tekstil rhodamin b dan metanil yellow, itu tidak ada,” ujarnya.

Selain memastikan UMKM kuliner PKB 2026 aman dari bahan berbahaya kimia, BBPOM juga menjamin keamanan dari segi bahaya fisik dan biologi saat memeriksa langsung.

Jika saat kloter pertama 13-27 Juni 2026 masih ada pelaku usaha tidak menggunakan alat kelengkapan memasak seperti celemek, sarung tangan, masker, dan penutup kepala, di kloter kedua terpantau sudah menjalankan.

“Ini adalah untuk menghindari bahaya fisik, jadi bahaya kimia sudah kita uji pakai alat reagen, secara fisik dengan menggunakan pelindung diri tadi sudah aman jadi tidak ada lagi rambut yang jatuh ke makanan, kemudian bahaya biologi juga sama mereka pakai tempat sampah berpenutup dan makanan ditutup tanpa ada lalat yang hinggap,” kata Ekayani.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bali Tri Arya Dhyana Kubontubuh yang hadir saat pemeriksaan menyampaikan terima kasih karena BBPOM terus hadir mendukung PKB 2026 lewat memastikan kuliner UMKM aman konsumsi.

Stan UMKM kuliner sendiri tahun ini jumlahnya lebih banyak dari 2025 yaitu 72 lapak, namun mereka dibagi menjadi dua kloter sehingga area kuliner tidak sesak.

Jika dievaluasi dari kloter pertama, yang ditekankan Diskop UKM Bali ke kloter kedua adalah memastikan keamanan fisik dan biologi dan mereka dipastikan sudah mengikuti arahan.

“Walaupun kloter pertama sebenarnya sudah relatif baik kita lakukan penerapan hal-hal tersebut, kloter kedua tetap belajar dari pengalaman pertama, tentu akan bisa lebih bagus lagi,” ucapnya.

Untuk kecurigaan bahan berbahaya, pemerintah sendiri cukup yakin bahwa tidak akan ada UMKM kuliner yang menambahkan bahan kimia di produknya.

Sebab, mereka yang terpilih terutama 36 di kloter kedua adalah usaha yang memang sudah berdiri dan menjual produk lokal Bali sejak lama, bukan pemula, sehingga sudah terjamin kualitasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Pertamina dan KKP Berkolaborasi Perkuat Pasokan BBM Nelayan Dukung Perikanan Nasional

Pertamina dan KKP Berkolaborasi Perkuat Pasokan BBM Nelayan Dukung Perikanan Nasional

02 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.