Misteri Fosil Homo naledi yang Semuanya Perempuan
📅 Rabu, 01 Jul 2026, 07:33 WIB | Oleh: Haryo BronoMereka mengingatkan pada prinsip yang dipopulerkan astronom Carl Sagan: absence of evidence is not evidence of absence ketiadaan bukti bukan berarti bukti bahwa sesuatu memang tidak ada. Salah satu kemungkinan memang seluruh individu yang ditemukan berasal dari perempuan.
Namun ada kemungkinan lain yang sama menariknya. Populasi Homo naledi mungkin mengalami mutasi sehingga gen amelogenin Y menghilang. Jika itu terjadi, individu laki-laki tetap ada, tetapi tidak lagi membawa penanda protein yang selama ini digunakan ilmuwan untuk mengidentifikasi jenis kelamin.
Kedua kemungkinan tersebut memiliki konsekuensi ilmiah yang sama besarnya. Jika seluruh individu adalah perempuan, maka Gua Rising Star menjadi salah satu situs manusia purba paling unik yang pernah ditemukan.
Jika ternyata mutasi genetik yang terjadi, maka Homo naledi menawarkan gambaran baru mengenai bagaimana populasi kecil berevolusi dalam kondisi terisolasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menguburkan Orang Mati?
Di sinilah misteri menjadi semakin menarik. Mengapa begitu banyak individu ditemukan di lokasi yang sama, jauh di dalam lorong sempit yang sulit dijangkau bahkan oleh manusia modern? Selama bertahun-tahun, Lee Berger dan timnya berpendapat bahwa Homo naledi kemungkinan sengaja membawa jenazah anggota kelompoknya ke ruang tersebut. Hipotesis ini sangat berani.
Sebab selama puluhan tahun, kemampuan melakukan ritual penguburan dianggap sebagai ciri khas manusia modern dan beberapa kerabat dekatnya yang memiliki otak besar, seperti Neanderthal. Jika Homo naledi benar-benar melakukannya, berarti ukuran otak bukan satu-satunya faktor yang menentukan munculnya perilaku simbolik.
Namun tidak semua ilmuwan sepakat. Sebagian paleoantropolog menilai bukti yang ada belum cukup kuat. Mereka berpendapat akumulasi tulang masih mungkin dijelaskan melalui proses alam yang belum sepenuhnya dipahami.
Perdebatan tersebut bahkan menjadi salah satu kontroversi terbesar dalam paleoantropologi modern. Penelitian terbaru memilih langkah yang lebih hati-hati. Para penulis tidak menyatakan bahwa Gua Rising Star adalah tempat pemakaman.
Mereka hanya menunjukkan bahwa apabila benar seluruh individu merupakan perempuan, maka kemungkinan adanya lokasi pemakaman khusus berdasarkan jenis kelamin layak dipertimbangkan. Hipotesis itu memunculkan imajinasi yang luar biasa.
Apakah di balik lorong-lorong batu kapur yang belum pernah dijelajahi masih terdapat ruang lain yang menyimpan fosil para laki-laki Homo naledi? Untuk saat ini, belum ada yang mengetahui jawabannya. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!