Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Misteri Fosil Homo naledi yang Semuanya Perempuan

📅 Rabu, 01 Jul 2026, 07:33 WIB | Oleh:

Tubuh Modern, Otak Purba

Homo naledi adalah perpaduan yang membingungkan. Tubuh mereka relatif kecil, dengan tinggi sekitar 145 sentimeter dan berat antara 40 hingga 55 kilogram. Bentuk kaki, tungkai, dan telapak mereka sangat menyerupai manusia modern sehingga diduga mampu berjalan serta berlari dalam jarak jauh.

Tangan mereka juga memperlihatkan kemampuan menggenggam yang baik, meskipun jari-jarinya masih melengkung seperti primata pemanjat pohon. Namun bagian yang paling mengejutkan adalah ukuran otaknya.

Volume otak Homo naledi hanya sekitar 465 hingga 610 sentimeter kubik, sekitar sepertiga ukuran otak manusia modern. Selama puluhan tahun, ukuran otak dianggap berkaitan erat dengan kemampuan berpikir simbolik, membuat alat yang kompleks, atau melakukan ritual sosial.

Karena itu, setiap penemuan mengenai Homo naledi selalu memunculkan pertanyaan baru: mungkinkah makhluk dengan otak sekecil itu memiliki perilaku yang jauh lebih kompleks daripada dugaan yang ada selama ini?

Rahasia Tersimpan di ­Dalam Gigi

Menentukan jenis kelamin manusia purba bukanlah pekerjaan mudah. Idealnya, ilmuwan menggunakan bentuk panggul karena merupakan bagian tubuh yang paling akurat membedakan laki-laki dan perempuan. Sayangnya, fosil sering ditemukan dalam kondisi tidak utuh.

DNA sebenarnya mampu memberikan jawaban yang jauh lebih pasti. Namun di wilayah beriklim hangat seperti Afrika, molekul DNA hampir selalu rusak setelah ratusan ribu tahun. Di sinilah teknologi baru memainkan perannya.

Alih-alih mencari DNA, tim peneliti memeriksa protein purba yang masih bertahan di enamel gigi melalui pendekatan yang dikenal sebagai paleoproteomik. Enamel merupakan jaringan paling keras dalam tubuh manusia. Ia bekerja layaknya kapsul waktu alami yang mampu melindungi protein dari kerusakan lingkungan selama ratusan ribu bahkan jutaan tahun.

Fokus penelitian adalah protein bernama amelogenin yang berfungsi membentuk enamel gigi. Protein ini memiliki dua bentuk. Amelogenin X dimiliki semua individu karena perempuan maupun laki-laki sama-sama memiliki kromosom X. Sebaliknya, amelogenin Y hanya ditemukan pada individu yang memiliki kromosom Y.

Ketika para ilmuwan memeriksa seluruh sampel, hasilnya sungguh mengejutkan. Tak satu pun memperlihatkan jejak amelogenin Y. Dengan kata lain, seluruh fosil yang diperiksa tidak menunjukkan penanda biologis laki-laki.

Benarkah Seluruhnya ­Perempuan?

Sekilas jawabannya tampak sederhana. Namun dalam dunia sains, jawaban sederhana hampir selalu diikuti pertanyaan yang jauh lebih rumit. Para peneliti sendiri menegaskan bahwa tidak ditemukannya amelogenin Y belum dapat dijadikan bukti bahwa seluruh individu memang perempuan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Suara Anak Indonesia Amanat...
Gerakan Pasar Ikan Murah Akan Digelar Pemprov Kaltim Berkala, Upaya Tekan "Stunting" di Berau

Gerakan Pasar Ikan Murah Akan Digelar Pemprov Kaltim Berkala, Upaya Tekan "Stunting" di Berau

23 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.