Menkomdigi Bongkar Modus Baru Pelaku Judol Serbu Kolom Komentar, Jangan Balas atau Klik Spam!
📅 Selasa, 30 Jun 2026, 17:20 WIB | Oleh: OpikMeutya menjelaskan akun pemengaruh daerah menjadi sasaran utama pelaku judol karena dinilai lebih efektif untuk menjangkau audiens. Akun-akun tersebut dianggap memiliki audiens yang sesuai dengan target pasar operator judol.
"Influencer daerah dinilai lebih efektif karena memiliki audiens yang sesuai dengan target dari pasar operator judi online," ujar Meutya.
Selain itu, akun resmi milik instansi pemerintah dan media massa juga menjadi target karena akun-akun tersebut sulit untuk diblokir atau diputus aksesnya, baik oleh pemerintah maupun platform digital.
Hasil pemantauan pemerintah juga menunjukkan bahwa sebagian besar serangan spam komentar judol dilakukan menggunakan akun-akun yang sifatnya bodong atau dioperasikan oleh mesin maupun bot.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemkomdigi mencatat terdapat peningkatan komentar terkait judol sebanyak 128 persen dalam dua pekan terakhir (14-28 Juni 2026) dibandingkan dengan pemantauan Januari hingga 13 Juni 2026.
"Kami umumkan (penemuan spam komentar judol) yang paling banyak ada di lima platform media sosial terutama di TikTok tercatat 35 persen, Facebook 28 persen, Instagram 22 persen, YouTube 10 persen, X 5 persen," kata Meutya. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!