Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Tertekan, Ancaman Inflasi AS Bikin Pasar Global Bergejolak

📅 Senin, 18 Mei 2026, 17:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Tertekan, Ancaman Inflasi AS Bikin Pasar Global Bergejolak Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto
Ket. Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan rupiah di tengah meningkatnya risiko inflasi di Amerika Serikat mencerminkan sensitivitas pasar keuangan domestik terhadap dinamika global.

Ketika inflasi AS berpotensi kembali menguat, pelaku pasar cenderung memperkirakan suku bunga tinggi di AS akan bertahan lebih lama.

Kondisi ini mendorong arus modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia, menuju aset dolar AS yang dianggap lebih aman dan memberikan imbal hasil lebih menarik.

Tekanan terhadap rupiah juga menunjukkan bahwa stabilitas nilai tukar tidak hanya dipengaruhi faktor domestik, tetapi sangat bergantung pada arah kebijakan moneter global.

Jika tren ini berlanjut, biaya impor dan tekanan harga dalam negeri dapat meningkat, sehingga memperbesar tantangan pengendalian inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.

Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan, Senin (18/5), melemah jadi Rp17.668 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.597 per dolar AS.

Pengamat ekonomi mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi meningkatnya risiko inflasi AS yang didorong tingginya harga minyak.

Hal ini membuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) dapat mempertahankan suku bunga tinggi untuk waktu yang lebih lama.

“Prospek kebijakan moneter ketat dari The Fed semakin menguat karena harga energi yang lebih tinggi jelas telah memperlambat kemajuan disinflasi, mendorong inflasi semakin jauh dari target 2 persen The Fed,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Selain itu, upaya untuk mengakhiri perang AS-Israel di Iran tampaknya telah terhenti, pasca pembangkit listrik tenaga nuklir di Uni Emirat Arab diserang dan karena Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan membahas opsi militer terhadap Iran.

Pembicaraan pekan lalu antara Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping dinilai berakhir tanpa indikasi menyelesaikan konflik AS-Iran.

Serangan drone di UEA dan Arab Saudi serta retorika dari AS dan Iran disebut menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik. Para pejabat UEA mengatakan mereka sedang menyelidiki sumber serangan terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Barakah dan bahwa UEA memiliki hak penuh untuk menanggapi "serangan teroris" semacam itu.

Melihat sentimen domestik, pasar dinyatakan tersentak dengan pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang mengatakan sebagian besar masyarakat di daerah tidak menggunakan dolar AS dalam aktivitas sehari-hari, sehingga dampaknya tak terlalu langsung dirasakan.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.666 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.496 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.