Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tokoh Pers Aceh Sjamsul Kahar, Pendiri Serambi Indonesia, Berpulang.

📅 Kamis, 24 Sep 2026, 12:21 WIB | Oleh:
Tokoh Pers Aceh Sjamsul Kahar, Pendiri Serambi Indonesia, Berpulang. Doc: Antara Foto
Ket. Tokoh pers Aceh, H Sjamsul Kahar.

Tokoh pers Aceh, pendiri media Harian Serambi Indonesia yang juga Ayahanda dari Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria, H Sjamsul Kahar telah berpulang ke Rahmatullah.

Sjamsul Kahar meninggal dunia pada Kamis (24/9/2026) pukul 02.20 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

Kabar meninggalnya Sjamsul Kahar beredar luas di sejumlah grup whatsapp jurnalis Aceh. "Innalillahi Wainnailaihi Rajiun. Semoga amal ibadah almarhum diterima disisi Allah SWT. Beliau orang yang sangat baik," kata Ketua AJI Banda Aceh, Reza Munawir.

Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 80 tahun setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit pemerintah Aceh tersebut sejak 13 September 2026 lalu.

Almarhum bakal dikebumikan di TPU Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh.

Sosok Sjamsul Kahar

Mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh tiga periode (1985–1991, 1991–1995 dan 1995–1999) ini merupakan putra kelahiran Sigli, 9 Oktober 1945. Selama puluhan tahun, hidupnya didedikasikan untuk dunia jurnalistik dan perkembangan pers di Aceh.

Namanya dikenal luas sebagai salah satu tokoh sentral dan perintis berdirinya Harian Serambi Indonesia, bersama sahabatnya, almarhum M Nourhalidyn (1943–2000).

Ia mendedikasikan hidupnya untuk membangun dan membesarkan media cetak kebanggaan masyarakat Aceh tersebut hingga menjadi pilar informasi yang kredibel hingga hari ini.

Pengabdiannya melewati situasi yang tidak mudah. Masa konflik Aceh, kerja jurnalistik menghadapi tekanan dan ancaman. Pada 1999, rumah Sjamsul Kahar pernah diserang bom molotov. Bahkan, ia menerima ancaman kematian terkait pekerjaannya sebagai pimpinan redaksi Serambi Indonesia. 

Tak hanya itu, salah satu bagian terpenting dalam perjalanan Sjamsul Kahar terjadi ketika tsunami menghantam Aceh pada 26 Desember 2004.

Bencana itu menghancurkan kantor dan mesin cetak Serambi Indonesia. Puluhan pekerja media menjadi korban atau hilang. Surat kabar yang menjadi sumber informasi masyarakat Aceh itu sempat berhenti terbit. 

Enam hari setelah musibah dahsyat itu, pada 1 Januari 2005, koran itu kembali terbit dengan sumber daya yang sangat terbatas dan menggunakan mesin cetak di Lhokseumawe. 

Bagi keluarga, Sjamsul Kahar adalah seorang ayah. Tetapi bagi pers, ia adalah bagian dari generasi yang membangun fondasi jurnalistik Aceh. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Daerah
Dinkes Waspada Penularan Su...
Daerah
PT Pertamina Bersama DPRD B...
Nasional
Mengembalikan Illicit Enric...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.