Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kasus Tembus 1.000! China Kirim Pasukan Medis Tempur Hadapi Horor Ebola di Kongo

📅 Selasa, 23 Jun 2026, 04:10 WIB | Oleh:
Kasus Tembus 1.000! China Kirim Pasukan Medis Tempur Hadapi Horor Ebola di Kongo Doc: ANTARA/Desca Lidya Natalia
Ket. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Senin (22/6).

BEIJING - Pemerintah China menegaskan komitmennya untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan darurat tambahan berupa tim medis dan logistik guna menanggulangi wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC). 

Langkah itu dilakukan ketika jumlah kasus terkonfirmasi Ebola di negara tersebut telah melampaui 1.000 kasus dan memicu kekhawatiran akan potensi krisis kesehatan yang lebih luas.

"Kami memberikan bantuan kemanusiaan darurat kepada DRC dan Uni Afrika segera setelah penyakit itu menyerang. Kami mengirimkan para ahli medis serta obat-obatan yang sangat dibutuhkan dan perlengkapan penanggulangan epidemi ke DRC," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Senin.

Republik Demokratik Kongo pada Minggu (21/6) melaporkan jumlah kasus Ebola terkonfirmasi telah mencapai 1.003 kasus sejak wabah diumumkan pada 15 Mei. Dari jumlah tersebut, 254 orang meninggal dunia, sehingga tingkat kematian mencapai 25,3 persen.

Menurut Guo Jiakun, dukungan China tidak hanya berupa bantuan logistik, tetapi juga keterlibatan langsung tenaga kesehatan di lapangan.

"Saat ini, hampir seribu tenaga medis sedang berjuang melawan Ebola bersama masyarakat Afrika," tambah Guo Jiakun.

Ia menjelaskan bahwa setelah tiba di Kinshasa, ibu kota DRC, pada 2 Juni, para ahli medis China segera bekerja sama dengan otoritas kesehatan setempat untuk mempelajari kebutuhan lapangan sekaligus memberikan layanan dan konsultasi medis.

"Mengingat parahnya wabah tersebut, pemerintah China telah memutuskan untuk memberikan bantuan kemanusiaan darurat tambahan kepada DRC, Uganda, dan Uni Afrika," tambah Guo Jiakun.

Ia menegaskan bahwa China akan terus berkoordinasi dengan komunitas internasional dan memantau perkembangan wabah secara cermat guna memberikan dukungan sesuai kebutuhan negara-negara Afrika.

"China dan Afrika selalu menjadi saudara dan mitra yang berbagi satu masa depan bersama dan selalu saling mendukung di saat-saat sulit. Selama bertahun-tahun, China telah memberikan bantuan yang kuat kepada Afrika dalam memerangi Ebola," ungkap Guo Jiakun.

Di sisi lain, Menteri Kesehatan DRC Roger Kamba mengatakan upaya pengendalian wabah terus dilakukan di Provinsi Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan. Meski jumlah pasien yang sembuh terus bertambah, tingkat pelacakan kontak menunjukkan penurunan sehingga tetap menjadi tantangan dalam pengendalian wabah.

Sedikitnya 100 pasien telah dinyatakan sembuh, sementara 365 pasien lainnya masih menjalani isolasi atau perawatan di rumah sakit.

Pekan lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika memperingatkan bahwa wabah saat ini berpotensi berkembang menjadi lebih buruk jika penularan tidak segera dikendalikan. Lembaga tersebut membandingkan ancaman yang ada dengan epidemi Ebola Afrika Barat pada 2014–2016 yang menewaskan lebih dari 11.000 orang di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.

Meski demikian, Kamba mengatakan pemerintah terus memperkuat komunikasi kepada masyarakat, meningkatkan kapasitas diagnosis, dan mempercepat penanganan kasus untuk menekan laju penyebaran penyakit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.