Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ekspansi Kebun dan Riset Benih Unggul Jadi Kunci Pertumbuhan Industri

📅 Minggu, 21 Jun 2026, 20:32 WIB | Oleh:
Ekspansi Kebun dan Riset Benih Unggul Jadi Kunci Pertumbuhan Industri Doc: Istimewa
Ket. Direktur Utama (Chief Executive Officer) PT Prime Agri Resources Tbk, Budi Setiawan. Transformasi korporasi, ekspansi perkebunan, dan pengembangan benih unggul menjadi strategi untuk memperkuat daya saing industri kelapa sawit Indonesia sekaligus mendorong praktik usaha berkelanjutan.

JAKARTA – PT Prime Agri Resources Tbk (IDX: SGRO) resmi memperkenalkan identitas korporasi barunya sebagai bagian dari transformasi strategis perusahaan menuju platform agribisnis yang lebih terintegrasi, modern, dan berorientasi masa depan. Sebelumnya dikenal sebagai PT Sampoerna Agro Tbk, perusahaan kini memasuki babak baru pengembangan bisnis dengan mengusung nama PT Prime Agri Resources Tbk.

Transformasi tersebut menandai tonggak penting dalam perjalanan perusahaan yang telah berkecimpung di industri kelapa sawit Indonesia selama lebih dari tiga dekade. Perseroan yang didirikan pada 1993 dengan nama PT Selapan Jaya itu menegaskan bahwa perubahan identitas bukan sekadar pergantian nama, melainkan bagian dari penataan struktural untuk memperkuat daya saing dan keberlanjutan usaha di masa mendatang.

Sebagai salah satu pelaku utama industri kelapa sawit nasional, Prime Agri Resources telah mengantongi sejumlah sertifikasi keberlanjutan internasional dan nasional, antara lain Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), International Sustainability & Carbon Certification (ISCC), serta Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Penerapan standar keberlanjutan tersebut tidak hanya dilakukan pada tingkat perusahaan, tetapi juga diperluas hingga ke petani dalam rantai pasok. Langkah ini bertujuan mendorong praktik perkebunan yang lebih bertanggung jawab sekaligus meningkatkan daya saing produk sawit Indonesia di pasar global.

Direktur Utama (Chief Executive Officer) PT Prime Agri Resources Tbk, Budi Setiawan Halim menjelaskan bahwa pendekatan yang terintegrasi kini menjadi kebutuhan mutlak di tengah dinamisnya lanskap agronomi di Indonesia. Pasar global saat ini menuntut penyediaan komoditas yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga dapat dilacak secara transparan dari hulu hingga ke hilir.

"Dengan mengintegrasikan seluruh rantai pasok, kami membangun ekosistem operasional yang memastikan efisiensi menyeluruh dan optimalisasi produktivitas. Platform yang terintegrasi ini memungkinkan kami menjembatani asal dan hasil produksi secara langsung, serta mentransformasikan jaringan petani kami menjadi penggerak pertumbuhan global yang tangguh dan terukur," ujarnya melalui siaran pers pada hari Kamis (18/6).

Sejalan dengan strategi pertumbuhan bisnis, Prime Agri Resources terus memperluas skala operasionalnya di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Sejak melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO) pada 2007, luas kebun inti perusahaan meningkat lebih dari dua kali lipat hingga mencapai lebih dari 78.000 hektare pada 2025.

Dari sisi pengolahan, perusahaan saat ini mengoperasikan delapan pabrik kelapa sawit dengan kapasitas total mencapai 510 ton tandan buah segar (TBS) per jam. Fasilitas tersebut tersebar di dua kawasan utama perkebunan, yakni lima pabrik di Sumatra dan tiga pabrik di Kalimantan.

Seluruh aktivitas bisnis perusahaan dijalankan berdasarkan empat pilar utama yang menjadi fondasi operasional, yaitu People, Planet, Product, dan Profit. Keempat pilar tersebut menjadi landasan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, tanggung jawab sosial, dan pelestarian lingkungan.

Selain memperkuat sektor perkebunan dan pengolahan, Prime Agri Resources juga menempatkan riset dan inovasi sebagai bagian penting dari strategi bisnis jangka panjang. Melalui anak usahanya, PT Binasawit Makmur, perusahaan telah mengembangkan divisi riset agronomi internal sejak 1994 yang berpusat di Palembang, Sumatera Selatan.

Fasilitas riset tersebut memanfaatkan teknologi kultur jaringan dan bioteknologi untuk menghasilkan benih unggul kelapa sawit berproduktivitas tinggi yang dikenal dengan nama DxP Sriwijaya. Hingga saat ini, perusahaan telah mengembangkan enam varietas benih unggul yang telah memperoleh perlindungan hak kekayaan intelektual dan sertifikasi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia sejak 2008.

Melalui pengembangan genetika tanaman yang dilakukan sejak tahap hulu, perusahaan berupaya meningkatkan produktivitas perkebunan sekaligus mendukung keberlanjutan industri sawit nasional. Benih unggul hasil penelitian tersebut kini telah didistribusikan ke berbagai wilayah perkebunan di Indonesia.

Dengan identitas baru dan strategi transformasi yang dijalankan, Prime Agri Resources menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh secara berkelanjutan serta berkontribusi dalam pengembangan industri kelapa sawit Indonesia yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Kemenpar: Indonesia Raih Peringkat Kedua Destinasi Ramah Muslim Dunia

Kemenpar: Indonesia Raih Peringkat Kedua Destinasi Ramah Muslim Dunia

21 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.