Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wabah Ebola di RD Kongo telah Melampaui 3.000 Kasus

📅 Senin, 27 Jul 2026, 09:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wabah Ebola di RD Kongo telah Melampaui 3.000 Kasus Doc: AFP
Ket. Seorang petugas kebersihan menulis nama dokter di bagian belakang pakaian pelindung diri (APD) sebelum memasuki Pusat Perawatan Ebola Rwampara (ETC) untuk merawat pasien dengan penyakit virus Ebola di Bunia, Ituri, di timur Republik Demokratik Kongo pada 13 Juli 2026.

KINSHASA - Wabah Ebola tercatat telah melampaui 3.000 kasus termasuk 1.354 kematian di Republik Demokratik Kongo, kata para pejabat pada hari Minggu (26/7), setelah infeksi melonjak sekitar 1.000 kasus hanya dalam 10 hari.

Negara di Afrika tengah ini sedang berjuang melawan wabah Ebola terbaru di wilayah timur yang dilanda konflik, sebuah daerah yang dirusak oleh kekerasan selama beberapa dekade.

Sebanyak 3.075 kasus telah dikonfirmasi di lima provinsi, menurut angka resmi, setelah wabah tersebut melewati angka 2.000 kasus pada tanggal 15 Juli.

Pihak berwenang mengatakan peningkatan deteksi dan tes telah membantu mengidentifikasi lebih banyak infeksi.

Wabah yang diumumkan pada 15 Mei ini disebabkan oleh strain Bundibugyo dari virus Ebola, yang hingga saat ini belum ada vaksin atau pengobatan yang disetujui.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hampir 90 persen kasus dilaporkan di provinsi Ituri di timur laut, yang berbatasan dengan Sudan Selatan dan Uganda.

Wabah ini diperkirakan akan berlangsung beberapa bulan lagi, sementara aksi mogok petugas kesehatan yang menuntut upah yang belum dibayar telah mengganggu upaya penanganan di beberapa rumah sakit.

Ebola, yang menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh dan menyebabkan demam berdarah, telah menewaskan lebih dari 15.000 orang di seluruh Afrika selama 50 tahun terakhir.

Para ilmuwan berlomba-lomba mengembangkan vaksin dan pengobatan untuk melawan strain Bundibugyo. Universitas Oxford mengatakan pada hari Jumat bahwa kelompok sukarelawan pertama telah menerima vaksin eksperimental yang secara khusus menargetkan virus tersebut.

Beberapa kandidat vaksin lainnya sedang dipercepat proses uji klinisnya, sementara dua pengobatan potensial juga sedang dikembangkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Nasional
Kekeringan akibat El Niño ...
Megapolitan
Kekeringan Mengancam Sawah ...
Nasional
Penajam Jadi Wilayah Pengem...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.