Pelatih Iran Keluhkan Perjalanan Berat di Piala Dunia 2026, Aturan Mulai Dilonggarkan
📅 Senin, 22 Jun 2026, 00:10 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraLOS ANGELES – Pelatih tim nasional Iran, Amir Ghalenoei, mengungkapkan bahwa pembatasan perjalanan yang diberlakukan terhadap skuad asuhannya selama Piala Dunia 2026 akan mulai dilonggarkan menjelang pertandingan terakhir fase grup.
Namun, Ghalenoei tetap mengecam perlakuan yang diterima timnya selama dua laga awal karena dinilai mengganggu persiapan dan berdampak pada performa di lapangan.
Iran datang ke Piala Dunia dalam situasi penuh tekanan setelah hubungan politik negaranya dengan Amerika Serikat kembali memanas. Bahkan, Iran masih berada dalam konflik bersenjata dengan negara tuan rumah bersama turnamen tersebut.
Skuad Team Melli memilih bermarkas di Meksiko selama turnamen, tetapi seluruh pertandingan Grup G mereka dimainkan di Amerika Serikat. Kondisi itu membuat mereka harus melakukan perjalanan lintas negara secara berulang.
Masalah muncul karena otoritas Amerika Serikat hanya mengizinkan tim Iran berada di wilayah mereka beberapa jam setelah pertandingan. Selain itu, aturan perjalanan disebut sering berubah secara mendadak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setelah menghadapi Belgia di Los Angeles pada hari Senin, Iran akan menjalani pertandingan terakhir Grup G melawan Mesir di Seattle pada Jumat mendatang.
Ghalenoei mengatakan pihaknya mendapat informasi bahwa tim akan memiliki kebebasan lebih besar untuk mengatur perjalanan menuju laga terakhir tersebut.
"Mereka mengatakan di Seattle kami bisa melakukan apa pun, menentukan sendiri jadwal dan bisa datang lebih awal," ujar Ghalenoei dalam konferensi pers.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, ia mempertanyakan mengapa fasilitas serupa tidak diberikan sejak awal turnamen.
"Masalah saya adalah mengapa mereka tidak mengizinkan kami datang lebih awal untuk dua pertandingan pertama? Untuk laga terakhir, mereka memberi kami kesempatan mengambil keputusan sendiri soal perjalanan," katanya.
Iran hanya bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru pada laga pembuka Grup G. Pertahanan yang kurang solid membuat mereka dua kali tertinggal sebelum akhirnya menyamakan skor.
Menurut Ghalenoei, kelelahan akibat perjalanan panjang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penampilan timnya.
"Ada kesalahan individu, terutama dalam bertahan. Kami juga terlalu banyak melakukan operan," kata sang pelatih. "Saya pikir karena kami terlalu sering terbang dan melakukan perjalanan panjang, kami menjadi kelelahan."
Pelatih berusia 61 tahun itu menilai situasi lebih berat menjelang pertandingan melawan Belgia, tim dengan peringkat FIFA tertinggi di Grup G.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!