Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pagelaran Gamelan Inovatif Tentang Pelestarian Alam dari Sanggar Seni Badung

📅 Senin, 22 Jun 2026, 23:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pagelaran Gamelan Inovatif Tentang Pelestarian Alam dari Sanggar Seni Badung Doc: Antara
Ket. Seniman Sanggar Seni Gargita Santhi Duta Kabupaten Badung bawakan pergelaran gamelan inovatif tentang pelestarian alam Sangeh di PKB 2026, Denpasar, Senin (22/6/2026).

Denpasar - Sanggar Seni Gargita Santhi Duta Kabupaten Badung menampilkan rekasadana (pergelaran) gamelan inovatif "Sang Ngeh" yang mengangkat tema pelestarian alam di Objek Wisata Sangeh pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026.

​"Untuk karya tarinya sendiri, ini menceritakan tentang kepedulian lingkungan tentang Sangeh," kata Penata Tari Sanggar Seni Gargita Santhi Pande Surya di Denpasar, Senin.

Pentas seni kolaboratif tersebut dikemas secara moderen oleh para seniman Badung dengan tetap mempertahankan pakem atau acuan tradisional Bali yang sudah ada, seperti unsur kawitan, pengawak, dan pengecet.

Pertunjukan itu diselaraskan dengan tema PKB 2026 yaitu Atma Kerthi, namun karena diwakili oleh Desa Sangeh, maka konsep musik dan visualnya secara spesifik mengangkat pelestarian alam setempat, seperti hutan dan monyet.

​Pande menyebut kekayaan nada pada pergelaran gamelan inovatif ini diperkuat melalui penggunaan gamelan Semar Pegulingan yang memiliki banyak patet (aturan nada).

Musik tradisional Bali tersebut dikolaborasikan secara inovatif dengan instrumen moderen bass serta alat musik gesek asal Cina, erhu.

Data durasi persiapan mencatat tim tabuh membutuhkan waktu tiga hingga empat bulan sejak Februari 2026.

"Persiapan musik atau gamelan inovatif ini membutuhkan waktu persiapan yang jauh lebih lama, yaitu sekitar 3 hingga 4 bulan," ujarnya.

​Sementara itu, tim tari menempuh waktu latihan intensif yang jauh lebih singkat dibanding tabuh demi mengejar tiga kategori tabuh.

Sajian seni kolaboratif dari duta Kabupaten Badung ini melibatkan total pendukung sebanyak 29 orang di atas panggung.

Komposisi personel tersebut dirinci atas dua orang penyanyi latar (gerong), tujuh orang tim penari, serta 20 orang penabuh gamelan.

Keunikan pementasan terletak pada konsep interaktif sesi tari bojog atau monyet yang melibatkan penonton, bak atraksi-atraksi monyet di Objek Wisata Sangeh yang dikenal pengunjung luas.

Selain itu, diselipkan pula aksi teatrikal pemungutan sampah oleh penari sebagai pesan sosial pada bagian akhir pertunjukan.

Seniman tabuh Sanggar Seni Gargita Santhi bernama Ega (27) mengaku senang mendapat kesempatan tampil di PKB 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Tiongkok Uji Terbang AWACS ...
Olahraga
Jejak MVP Finals IBL di Emp...
Kasus Tukiyem, Dukcapil Kota Bengkulu sebut Proses KK Memenuhi Syarat

Kasus Tukiyem, Dukcapil Kota Bengkulu sebut Proses KK Memenuhi Syarat

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.