Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jerman Sepakat Kembangkan Bekas Pangkalan AS di Filipina

📅 Senin, 22 Jun 2026, 02:40 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Jerman Sepakat Kembangkan Bekas Pangkalan AS di Filipina Doc: AFP/Ezra Acayan
Ket. KESEPAKATAN BILATERAL - Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier (kiri), berjabat tangan dengan Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, di Istana Kepresidenan Malacanang di Manila pada 16 Juni lalu. Dalam pertemuan itu dilaporkan bahwa Jerman dan Filipina telah menyepakati rencana bagi mengalihfungsikan dan mengembangkan pangkalan Clark.

MANILA – Jerman akan mengalihfungsikan bekas pangkalan Amerika Serikat (AS) di Filipina, Clark, untuk memproyeksikan ambisi industri Jerman. Informasi ini diungkapkan oleh kantor berita South China Morning Post (SCMP) pada Sabtu (20/6).

Para analis mengatakan bahwa kesepakatan bernilai jutaan dollar untuk mengembangkan bekas pangkalan militer AS di Filipina menggambarkan bagaimana investasi ekonomi telah menjadi bahasa baru kekuatan strategis dan rencana ini jauh lebih dari sekadar investasi.

Kesepakatan pengembangan pangkalan Clark ini dicapai pekan lalu selama kunjungan Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier, ke Manila.

Dalam kesepakatan ini, rencananya Jerman akan mengembangkan lokasi tersebut menjadi pusat perawatan, perbaikan, dan perombakan mutakhir yang mampu melayani sembilan pesawat berbadan lebar secara bersamaan.

Saat operasional dimulai pada tahun 2028, fasilitas tersebut, yang akan dikembangkan oleh Lufthansa Technik Philippines (LTP), sebuah usaha patungan yang sudah ada antara Lufthansa Technik dari Jerman dan MacroAsia Corporation dari Filipina, diproyeksikan akan mempekerjakan 1.200 warga Filipina yang sangat terampil.

“Ketertarikan Jerman yang semakin besar terhadap Filipina didorong oleh pengakuan yang nyata bahwa Indo-Pasifik adalah tempat di mana peluang ekonomi dan risiko keamanan yang menentukan akan terungkap,” kata Dindo Manhit, presiden lembaga think tank Stratbase Institute yang berbasis di Manila.

Transformasi Clark dari pangkalan peninggalan Perang Dingin menjadi titik poros Indo-Pasifik tidak terjadi dalam semalam. Setelah pasukan AS meninggalkan pangkalan tersebut pada tahun 1991 menyusul letusan dahsyat Gunung Pinatubo, pemerintah Filipina mewarisi hamparan infrastruktur luas yang telah mereka coba revitalisasi selama beberapa dekade.

Menurut Manhit, Clark  saat ini bukan lagi sekadar bandara alternatif, tetapi gerbang logistik, penerbangan, dan industri yang penting dan mampu menarik investasi asing bernilai tinggi.

Sebelumnya  Clark yang berada di Provinsi Pampanga, berfungsi sebagai ujung utara dari Koridor Ekonomi Luzon, sebuah inisiatif infrastruktur trilateral dengan AS dan Jepang yang bertujuan untuk menghubungkan tiga pelabuhan utama dan dua bandara internasional di empat kota di pulau utama Filipina dengan tujuan mengungguli Inisiatif Sabuk dan Jalan Tiongkok.

Kaburkan Batasan

Para analis mengatakan kepada This Week in Asia bahwa keterlibatan Jerman di Clark mengaburkan batasan antara keamanan dan keterlibatan ekonomi.

Jika sebelumnya interaksi semacam itu dapat dibagi dengan rapi menjadi kerja sama keamanan di satu jalur dan keterlibatan ekonomi di jalur lain, kini kedua jalur tersebut menyatu.

“Perjanjian ini menunjukkan bahwa Clark semakin diakui oleh mitra-mitra utama sebagai titik masuk penting untuk keterlibatan ekonomi jangka panjang di Filipina,” kata Manhit.

Berlin tidak memiliki perjanjian pertahanan bersama dengan Manila dan Jerman tidak secara resmi terdaftar sebagai mitra dalam proyek Koridor Ekonomi Luzon. Meskipun semakin aktif di perairan Indo-Pasifik, angkatan laut negara itu tidak dapat menyaingi kehadiran maritim AS atau Jepang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
  • Berpotensi Melemah Terbatas, 13 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai pergerakan Rupiah hari ...
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
Dirut Telkom Dikabarkan Penuhi Panggilan SEC dalam Bayang-Bayang Dugaan Fraud Rp5 Triliun

Dirut Telkom Dikabarkan Penuhi Panggilan SEC dalam Bayang-Bayang Dugaan Fraud Rp5 Triliun

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.