Jelang Laga Grup G Piala Dunia 2026, Belgia Vs Iran: Belgia Dihantui Kegagalan di Qatar
📅 Minggu, 21 Jun 2026, 06:13 WIB | Oleh: SriyonoMereka gagal total empat tahun silam setelah hanya bisa mencetak satu gol dan dua kali kebobolan, dari satu kemenangan, satu seri, dan satu kekalahan.
Oleh karena itu, jika ada sektor yang harus diperbaiki segera oleh Rudi Garcia, maka itu adalah lini serangnya.
Arti lebih spesifiknya, dia harus lebih banyak mengaryakan striker Napoli, Romelu Lukaku, ketimbang terus memasang penyerang Atalanta Charles de Ketelaere sebagai starter.
Ini karena Lukaku yang diturunkan lima menit sebelum waktu normal usai, membawa dampak instan kepada tim ketika manuvernya memaksa bek kanan Mesir, Mohamed Hany, membuat gol bunuh diri, yang menyelamatkan muka Belgia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Urgensi merombak ujung tombak serangan menjadi semakin besar agar Iran tak bisa memanfaatkannya, apalagi lini belakang Team Melli tidak lebih kuat dari Mesir.
Dua kali dibobol winger Selandia Baru, Elijah Just, adalah buktinya.
Itu juga berarti Garcia harus kembali menggantungkan harapan kepada Jeremy Doku, yang sudah menjadi faktor terpenting dalam sistem serangan Belgia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemain sayap Manchester City itu menuntaskan tiga dari 10 dribelnya menjadi peluang gol, enam kali memenangkan penguasaan bola, dan lima kali memaksa Mesir melakukan pelanggaran.
Itu adalah angka-angka yang sulit disaingi siapa pun. Hanya Vinicius Junior yang melewati pencapaian tersebut, ketika Brasil menghadapi Swiss dalam putaran final Piala Dunia 2022.
Doku tetap disandingkan dengan playmaker Kevin de Bruyne dan Leandro Trossard sebagai tiga penggedor Belgia, yang mata pisau serangannya layak diganti dari de Ketelaere menjadi Lukaku.
Di sektor lain, Rudi Garcia tampaknya tidak perlu melakukan banyak perubahan pada susunan pemainnya, kecuali jika ada pemain yang mengalami cedera. Sejauh ini, hanya bek tengah Zeno Debast yang masih dipastikan absen dari line-up Belgia karena belum pulih dari cedera.
Energi lebih besar harus dicurahkan Setan Merah ke sayap kiri pertahanan mereka karena sektor kanan permainan Team Melli tampil lebih aktif dan berbahaya saat menghadapi Selandia Baru.
Kedua gol Iran ke gawang Selandia Baru lahir dari jalur kanan serangan mereka, terutama melalui kontribusi bek kanan Ramin Rezaeian yang kerap menjadi ancaman.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!