Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bukan Sekadar Tumbuh, Investasi di Sektor Ini Diyakini Buka Banyak Lapangan Kerja

📅 Selasa, 19 Mei 2026, 09:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bukan Sekadar Tumbuh, Investasi di Sektor Ini Diyakini Buka Banyak Lapangan Kerja Doc: ANTARA FOTO/ Harviyan Perdana Putra.
Ket. Ilustrasi - Suasana aktivitas pekerja memproduksi pakaian jadi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

JAKARTA – Peningkatan serapan tenaga kerja menjadi indikator penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Semakin banyak tenaga kerja terserap, semakin besar pula potensi peningkatan daya beli masyarakat dan aktivitas konsumsi domestik.

Kondisi ini biasanya dipengaruhi oleh ekspansi industri, investasi yang tumbuh, serta pengembangan sektor padat karya yang mampu membuka lapangan pekerjaan dalam jumlah besar.

Di sisi lain, peningkatan serapan kerja juga menjadi tantangan karena harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia agar kebutuhan industri dan pasar tenaga kerja dapat berjalan selaras.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai investasi pada sektor pertanian, perikanan dan industri pengolahan/ manufaktur perlu menjadi prioritas guna meningkatkan serapan tenaga kerja di tengah pencapaian target investasi nasional.

Bhima dihubungi di Jakarta, Senin (18/5), menyampaikan, pihaknya mendorong pemerintah untuk tidak hanya mengejar besaran nominal investasi, tetapi juga memastikan investasi yang masuk mampu menciptakan lapangan kerja secara optimal.

Ia mendorong idealnya setiap Rp1 triliun investasi mampu menyerap sekitar 4.500 tenaga kerja secara langsung. Oleh karena itu, investasi padat karya dinilai harus menjadi fokus pemerintah.

“Idealnya bisa mencapai 1:4.500 atau setiap Rp1 triliun investasi langsung mampu menyerap 4.500 orang tenaga kerja. Investasi padat karya di sektor pertanian, perikanan dan industri pengolahan yang harus jadi prioritas,” katanya.

Selain itu, Bhima menekankan pentingnya pemulihan dan penguatan kepercayaan investor melalui perbaikan tata kelola ekonomi dan kepastian hukum.

Menurut dia, aspek kepercayaan menjadi faktor penting untuk menjaga minat investasi, terutama di tengah sorotan pelaku usaha global terhadap kepastian regulasi.

Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengatakan investasi menjadi salah satu faktor kunci untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen di tengah ketidakpastian global dan ketegangan geopolitik.

“Investasi memainkan peran yang sangat signifikan, berkontribusi sekitar 1,79 persen dari pertumbuhan ekonomi 5,61 persen,” kata Rosan dalam acara “Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast” di Jakarta, Jumat (8/5).

Rosan mengatakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal I 2026 dengan kontribusi investasi mencapai sekitar 31-32 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut dia, kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang berada pada kisaran 27-28 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Prancis Tiba-tiba Perketat ...
Daerah
Kirab Saparan Gunungan Apem...
Nasional
Perawatan lokomotif tertua ...

Festival buah dan bunga di Karo

6 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Festival buah dan bunga di ...
Nasional
Pemeriksaan kesehatan grati...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
    Ini Dia Cara menutup,menonaktifkan kartu kredit BNI? Untuk ...
    Untuk menutup kartu kredit Bank BNI Hubungi BNICall ...
  • Tantangan Sekolah Swasta: Persaingan Semakin Berat
    Preview komentar:
    Lanjudkan tetap setia hadir untuk melayani
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...

Event Akhir Pekan di Jakarta 1-2 Agustus: Dari Brightspot hingga JSD Blok M Fest

Event Akhir Pekan di Jakarta 1-2 Agustus: Dari Brightspot hingga JSD Blok M Fest

31 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.