Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hadapi El Nino Godzilla, Benih Tahan Kekeringan Dinilai Kunci Jaga Produksi Pangan Nasional

📅 Jumat, 19 Jun 2026, 18:25 WIB | Oleh: Tim Penulis

Dalam upaya mitigasi yang lebih luas, Amran menyebut pemerintah memperkuat berbagai infrastruktur pertanian, mulai dari pembangunan embung, irigasi pompa, sumur dalam, pompanisasi, optimalisasi lahan, hingga program cetak sawah baru.

"Jadi dampak El Nino Godzilla sebagaimana disampaikan oleh BMKG, Insya Allah itu bisa kita mitigasi risikonya," kata Amran usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Ia menjelaskan optimalisasi lahan terutama dilakukan pada lahan rawa yang sebelumnya hanya dapat dipanen satu kali dalam setahun menjadi dua hingga tiga kali panen. Program cetak sawah juga terus dilanjutkan untuk memperluas areal tanam dan menjaga produksi pangan nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Amran melaporkan stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton. Sementara itu, potensi produksi dari tanaman padi yang masih tumbuh diperkirakan mencapai 10–11 juta ton, ditambah ketersediaan beras di rumah tangga, hotel, dan restoran sekitar 12,5 juta ton. Dengan kondisi tersebut, cadangan pangan nasional diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama sekitar 10–11 bulan ke depan.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Suwandi, menegaskan bahwa pangan merupakan fondasi penting bagi ketahanan dan kedaulatan bangsa. Karena itu, pemerintah terus mengoptimalkan berbagai program penguatan produksi, mulai dari optimalisasi lahan, cetak sawah, pengembangan irigasi perpompaan, penyediaan benih unggul, hingga penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Menurut Suwandi, Indonesia memasuki musim kemarau tahun ini dengan kesiapan yang jauh lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. Berdasarkan pemantauan data iklim dari BMKG dan satelit NOAA, kondisi kemarau diperkirakan masih lebih terkendali dibandingkan fenomena El Nino kuat yang terjadi pada 2015 maupun 2023.

“Karena itu, yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, bukan menimbulkan kekhawatiran berlebihan,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.