Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

LBH Gekira Siap Kawal Kematian Mahasiswi UNIMA

📅 Sabtu, 24 Jan 2026, 19:11 WIB | Oleh:
 LBH Gekira Siap Kawal Kematian Mahasiswi UNIMA Doc: istimewa

MANADO - Duka mendalam menyelimuti keluarga Anthonieta Evia Maria Mangolo, mahasiswi Universitas Negeri Manado (UNIMA) yang meninggal dunia di Tomohon. Di tengah rasa kehilangan yang belum terpulihkan, keluarga almarhumah menuntut keadilan dan kejelasan atas kematian putri mereka.

Dengan suara bergetar, ibu kandung almarhumah menyampaikan permohonan bantuan hukum agar kematian anaknya tidak berlalu tanpa kejelasan.

“Saya ibu kandung dari almarhumah Evia. Anak kami meninggal di Tomohon. Kami hanya ingin kejelasan dan keadilan. Karena itu kami mohon bantuan hukum agar kasus ini diusut dengan benar,” ungkapnya penuh harap.

Jeritan hati seorang ibu tersebut direspons tegas oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gekira. Ketua LBH Gekira, Dr. Santrawan Paparang, S.H., M.H., M.Kn., menyatakan pihaknya siap mendampingi penuh dan mengawal kasus ini sampai tuntas.

“Kami dan seluruh tim LBH Gekira akan membantu secara penuh orang tua dan keluarga almarhumah Evia. Tidak boleh ada kematian yang dibiarkan tanpa kejelasan hukum. Ini adalah soal kemanusiaan, keadilan, dan martabat keluarga korban,” tegas Santrawan, Sabtu (24/1).

Lebih lanjut, LBH Gekira memastikan akan mengambil langkah konkret dalam waktu dekat. LBH Gekira melalui Ketua Santrawan Paparang akan memimpin langsung orang tua almarhumah Evia bersama masyarakat Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara, untuk datang ke Manado dan melakukan audiensi dengan Kapolda Sulawesi Utara.

Audiensi tersebut direncanakan sebagai ruang dialog terbuka untuk meminta kejelasan, transparansi, serta komitmen penegakan hukum atas kasus kematian almarhumah Evia Mangolo. Sejumlah LSM dan organisasi kemasyarakatan juga disebut berpeluang turut hadir dalam audiensi tersebut.

Santrawan menegaskan, langkah ini bukan aksi unjuk rasa, melainkan bentuk kontrol sosial dan kepedulian masyarakat terhadap penegakan hukum yang adil dan bermartabat.

“Ini bukan demo. Ini adalah kontrol masyarakat terhadap proses penegakan hukum. Kami datang dengan cara bermartabat, konstitusional, dan berlandaskan hukum,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan empati mendalam kepada keluarga korban dan memastikan kehadiran langsung LBH Gekira di Manado dalam waktu secepatnya.

“Kami menyampaikan salam hormat kepada seluruh keluarga besar almarhumah Evia. Kami akan segera hadir dan mengawal proses ini secara langsung,” tutupnya.

Langkah LBH Gekira ini menjadi secercah harapan bagi keluarga almarhumah Evia Mangolo agar kepergian sang anak tidak berakhir dalam sunyi dan tanda tanya, melainkan dibalas dengan kebenaran, keadilan, dan kepastian hukum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.