Menteri Luar Negeri Wang Yi Sebut Eropa Adalah Mitra Kunci Modernisasi Ala China
📅 Minggu, 08 Mar 2026, 18:58 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Desca Lidya Natalia
BEIJING - Pemerintah China mengirimkan sinyal kuat mengenai pentingnya mempererat hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Benua Biru. Menteri Luar Negeri Wang Yi menegaskan bahwa Eropa merupakan kutub krusial dalam tatanan dunia multipolar sekaligus mitra strategis dalam mewujudkan modernisasi China.
Di tengah tren proteksionisme global, Beijing meyakini bahwa saling ketergantungan antarwilayah bukanlah sebuah risiko, melainkan jembatan menuju stabilitas internasional. Intensitas hubungan ini kian nyata dengan rentetan kunjungan pemimpin besar Eropa, mulai dari Kanselir Jerman Friedrich Merz hingga PM Inggris.
"Kami selalu berpendapat bahwa Eropa adalah kutub yang sewajarnya dalam tatanan multipolar. Eropa merupakan kekuatan penting yang menjaga stabilitas tatanan internasional sekaligus mitra kunci dalam mewujudkan modernisasi ala China," kata Menteri Luar Negeri Wang Yi menjawab dalam konferensi pers soal "Kebijakan diplomasi dan hubungan luar negeri China" di Beijing, China pada Minggu.
Jika hubungan China-Eropa ingin berjalan stabil dan baik, Wang Yi menyebut kuncinya adalah Eropa harus membangun pemahaman yang benar terhadap China.
"Kami mencatat bahwa semakin banyak kalangan di Eropa yang menyadari bahwa China bukanlah pesaing, melainkan mitra global, khususnya generasi muda yang memandang China dengan lebih objektif dan lebih positif," ungkap Wang Yi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hakikat hubungan ekonomi dan perdagangan China-Eropa, kata Wang Yi adalah saling melengkapi keunggulan, dan sepenuhnya dapat mencapai keseimbangan dinamis dalam proses pembangunan.
"Fakta kerja sama China-Eropa menunjukkan bahwa saling ketergantungan bukanlah risiko, pertautan kepentingan bukanlah ancaman, kerja sama terbuka tidak akan merusak keamanan ekonomi, sedangkan membangun tembok dan hambatan hanya akan mengisolasi diri sendiri," jelas Wang Yi.
China, kata Wang Yi, senang melihat sahabat-sahabat Eropa keluar dari "atap kecil" proteksionisme dan datang ke "pusat keramaian" pasar China untuk memperkuat diri dan meningkatkan daya saing di sini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keeratan hubungan China dan Eropa setidaknya juga ditunjukkan dengan banyaknya kunjungan sejumlah pemimpin negara dari Eropa ke Beijing untuk bertemu dengan Presiden Xi Jinping.
Para pemimpin itu adalah Kanselir Jerman Friedrich Merz pada 25-26 Februari 2026, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada 28-31 Januari 2026, Perdana Menteri Finlandia Petteri Orpo pada 24-29 Januari 2026.
Selanjutnya ada Perdana Menteri Irlandia Michael Martin pada 4-8 Januari 2026, Presiden Perancis Emmanuel Macron pada 3-5 Desember 2025, maupun Raja Spanyol Felipe VI pada 10-13 November 2025.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!