Kelenjar Timus yang Dibuang Saat Operasi Ternyata Berperan Melawan Kanker
📅 Kamis, 18 Jun 2026, 07:19 WIB | Oleh: Haryo BronoBerdasarkan hasil tersebut, tim Harvard berpendapat bahwa mempertahankan timus seharusnya menjadi prioritas klinis apabila kondisi pasien memungkinkan.
Tidak Semua Penelitian Sepakat
Meski hasil penelitian Harvard menarik perhatian dunia medis, tidak semua ilmuwan mencapai kesimpulan yang sama.
Pada 2025, tim peneliti dari Yale School of Medicine melakukan studi lanjutan untuk menguji kembali temuan tersebut menggunakan basis data yang jauh lebih besar, yakni National Cancer Database (NCDB) dan Surveillance, Epidemiology, and End Results (SEER).
Sebaiknya Anda baca juga:
Penelitian tersebut mencakup data pasien dari periode 2004 hingga 2022 dan berfokus pada pasien dewasa yang menjalani pengangkatan timus karena tumor timus berukuran kecil atau terlokalisasi.
Berbeda dengan studi sebelumnya, tim Yale tidak menemukan bukti bahwa pengangkatan timus meningkatkan risiko kematian ataupun kematian akibat kanker dalam lima tahun setelah operasi.
Menurut mereka, thymectomy pada kelompok pasien tersebut tidak menunjukkan dampak negatif yang signifikan terhadap kesehatan jangka menengah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski demikian, para peneliti Yale juga mengakui bahwa masih banyak pertanyaan yang belum terjawab.
Mereka menilai penelitian jangka panjang tetap diperlukan untuk memahami bagaimana pengangkatan timus memengaruhi sistem imun selama puluhan tahun setelah tindakan operasi dilakukan.
Mengubah Cara Pandang terhadap Timus
Perbedaan hasil antara kedua penelitian menunjukkan bahwa peran timus pada usia dewasa masih menjadi perdebatan ilmiah yang belum selesai. Selama ini, timus sering dianggap sebagai organ sisa yang kehilangan fungsinya setelah masa kanak-kanak. Namun, semakin banyak penelitian yang mengindikasikan bahwa organ tersebut mungkin tetap aktif membantu menjaga keseimbangan sistem kekebalan tubuh hingga usia lanjut.
Bagi para dokter, temuan-temuan tersebut menjadi pengingat bahwa keputusan untuk mengangkat timus tidak selalu sesederhana yang selama ini diperkirakan. Sementara bagi para ilmuwan, timus kini kembali menjadi salah satu organ yang menarik untuk diteliti lebih lanjut.
Jika penelitian mendatang mampu membuktikan peran penting timus dalam mencegah kanker dan menjaga daya tahan tubuh, maka organ yang selama ini dianggap “tidak berguna” itu bisa jadi justru merupakan salah satu penjaga kesehatan paling penting yang dimiliki manusia. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!