Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sayur 'Ares' Inovasi Mahasiswa Unram Mampu Diolah Jadi Produk Instan

📅 Senin, 18 Sep 2023, 18:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sayur 'Ares' Inovasi Mahasiswa Unram Mampu Diolah Jadi Produk Instan Doc: ANTARA/Unram

MATARAM - Mahasiswa Universitas Mataram (Unram), Nusa Tenggara Barat, berhasil mengolah sayur ares, makanan khas Lombok dari batang pisang dengan kuah santan menjadi produk instan dalam bentuk kemasan yang dapat dinikmati kapan saja.

"Karena wujudnya dalam bentuk kuah santan, maka kami kemas dalam bentuk olahan kering, persis seperti mie instan, hanya saja perlu dimasak," kata Husnul Wati, Ketua Tim "Ares Instan" saat ditemui di Mataram, Senin (18/9).

Ia menjelaskan ide produknya berawal dari keprihatinannya melihat masyarakat Lombok seringkali merindukan masakan ares yang dapat dinikmati kapan saja, serta keinginan menjadikan ares sebagai salah satu oleh-oleh kuliner bagi wisatawan yang berkunjung ke Lombok.

"Kami melihat beberapa permasalahan bahwa ares ini hanya bisa ditemukan di acara adat Lombok (begawe) saja, sehingga tidak bisa dinikmati kapan saja" kata Husnul Wati.

"Selain itu dengan adanya konsep instan, kami rasa ares dapat menjadi pilihan buah tangan bagi wisatawan yang berkunjung," imbuh dia.

Lebih lanjut, Husnul Wati berkeinginan tidak hanya sekedar mengolah ares dalam bentuk produk instan, tapi juga memperkenalkan makanan lokal dengan masa simpan yang lebih lama.

"Kami melihat potensi pariwisata Lombok sangat besar, jadi dengan masa simpan ares instan yang dapat bertahan hingga dua pekan di suhu ruang, kami ingin memperkenalkan produk lokal ini ke luar daerah hingga luar negeri," kata dia.

Mahasiswi Fakultas Teknologi Pangan ini juga memaparkan produk yang dibuat dari dana Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kewirausahaan yang mereka ajukan pada awal Maret lalu.

"Dari 62 proposal PKM Unram yang lolos pendanaan, program kami merupakan salah satunya," kata dia.

Bersama dengan keempat rekannya, Irhas Anugrahadi, Ratih Damayyana Dwi Cinthami, Nur Asri Shakila, dan Siti Wahyuni, mereka berencana memasukkan inovasi produk olahan masakan khas Lombok pertama ini, ke beberapa tempat oleh-oleh kuliner yang ada di Lombok.

"Dalam waktu dekat ini, kami akan memasukkan produk kami ke NTB Mall, dan ke beberapa tempat oleh-oleh lainnya," pungkas Husnul Wati. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.