Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kelenjar Timus yang Dibuang Saat Operasi Ternyata Berperan Melawan Kanker

📅 Kamis, 18 Jun 2026, 07:19 WIB | Oleh:

Sebanyak 1.146 pasien yang menjalani pengangkatan timus dibandingkan dengan lebih dari 6.000 pasien yang menjalani operasi serupa tanpa pengangkatan organ tersebut.

Hasil analisis menunjukkan bahwa pasien yang menjalani thymectomy atau operasi pengangkatan timus memiliki risiko hampir dua kali lebih tinggi meninggal dunia dalam kurun waktu lima tahun setelah operasi dibandingkan kelompok kontrol.

Peningkatan risiko itu tetap terlihat bahkan setelah peneliti mengeluarkan faktor-faktor yang berpotensi memengaruhi hasil, seperti usia, jenis kelamin, ras, keberadaan kanker timus, penyakit autoimun miastenia gravis, maupun infeksi pascaoperasi.

Tidak hanya itu, kelompok pasien yang kehilangan timus juga ditemukan memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk didiagnosis kanker dalam lima tahun setelah operasi.

Yang lebih mengkhawatirkan, kanker yang muncul pada kelompok ini cenderung memiliki karakteristik yang lebih agresif dan lebih sering kambuh setelah menjalani pengobatan dibandingkan pasien yang masih memiliki timus.

Temuan tersebut menimbulkan pertanyaan baru mengenai fungsi timus yang selama ini mungkin belum sepenuhnya dipahami.

Diduga Memengaruhi ­Sistem Kekebalan Tubuh

Hingga saat ini, para ilmuwan belum mengetahui secara pasti mekanisme yang menjelaskan hubungan antara pengangkatan timus dan peningkatan risiko kanker.

Namun, salah satu dugaan terkuat adalah bahwa timus tetap berkontribusi terhadap pemeliharaan sistem kekebalan tubuh meskipun aktivitasnya jauh berkurang setelah masa remaja.

Dalam sebagian sampel pasien yang diteliti, para peneliti menemukan bahwa mereka yang menjalani pengangkatan timus memiliki keragaman reseptor sel T yang lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol.

Keragaman reseptor sel T sangat penting karena memungkinkan sistem imun mengenali berbagai ancaman yang berbeda, mulai dari infeksi hingga sel kanker yang baru muncul.

Jika kemampuan mengenali ancaman tersebut berkurang, tubuh mungkin menjadi kurang efektif dalam mendeteksi dan menghancurkan sel-sel abnormal sebelum berkembang menjadi kanker.

“Temuan ini mendukung gagasan bahwa timus tetap berkontribusi terhadap produksi sel T baru pada usia dewasa dan berperan dalam menjaga kesehatan manusia,” tulis para peneliti dalam laporannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.