Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dugong, Apa Itu?

📅 Rabu, 22 Apr 2026, 10:44 WIB | Oleh:
Dugong, Apa Itu? Doc: ist
Ket. harus diselamatkan

KUPANG – Apakah ada yang sudah pernah mendengar dugong? Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur bersama Arafura and Timor Seas Ecosystem Action (ATSEA) memperkuat kerja sama dalam hal penguatan riset konservasi dugong dan ekosistem lamun di kawasan Laut Arafura dan Timor.

Wakil Rektor Bidang Akademik Undana Prof.  Annytha I.R. Detha, di Kupang, Rabu mengatakan Undana siap mendukung kolaborasi tersebut melalui penyediaan sumber daya manusia, fasilitas laboratorium, hingga pelibatan mahasiswa dalam riset lapangan.

“Undana memiliki potensi besar dalam pengembangan riset kelautan berbasis wilayah kepulauan," katanya. Dia mengatakan kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi berlanjut pada implementasi nyata yang memberikan dampak ekologis dan ekonomi bagi masyarakat pesisir di NTT.

Ia menjelaskan kerja sama yang dijajaki mencakup pelaksanaan focus group discussion (FGD), survei lapangan di wilayah Nusa Tenggara Timur, serta penguatan koordinasi dengan kementerian terkait.

Menurut dia, kawasan Laut Arafura dan Timor memiliki nilai strategis karena menjadi habitat berbagai biota laut penting, termasuk dugong yang populasinya perlu terus dijaga melalui kebijakan berbasis data ilmiah.

Pihak ATSEA memandang Undana sebagai mitra kunci di wilayah timur Indonesia, karena kawasan Laut Arafura dan Timor memiliki nilai biodiversitas yang tinggi namun rentan, sehingga membutuhkan dukungan data ilmiah dari akademisi lokal untuk memperkuat kebijakan konservasi regional.

“Kami melihat Undana memiliki kapasitas yang mumpuni untuk mendukung riset dan upaya pelestarian ekosistem laut. Kerja sama ini adalah bagian dari upaya memperkuat kolaborasi regional antara Indonesia, Australia, Papua Nugini, dan Timor Leste,” ungkap perwakilan ATSEA," kata Direktur Eksekutif Interim ATSEA Dr. Handoko Adi Susanto,

Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Undana Yefry C. Adoe mengatakan kedua pihak saat ini tengah mematangkan dokumen formal berupa Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA).

Ia menambahkan penandatanganan dokumen kerja sama tersebut ditargetkan dapat dilakukan pada Mei 2026 setelah finalisasi poin-poin kesepakatan. Kerja sama itu dinilai sejalan dengan visi Undana menuju universitas kelas dunia berbasis keunggulan lahan kering kepulauan, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pelestarian ekosistem laut kawasan selatan Indonesia.

Dugong (sering disebut duyung) adalah mamalia laut herbivora berukuran besar yang hidup di perairan dangkal tropis dan subtropis Indo-Pasifik. Sering dijuluki "sapi laut", hewan ini makan lamun, bernapas dengan paru-paru, dan menyusui anaknya. Nama "dugong" berasal dari bahasa Tagalog/Melayu duyung yang berarti "perempuan laut".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.