Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kurangi Impor Bawang Putih, PTPN I Uji Coba Tanam Bawang Putih 20 Hektar

📅 Rabu, 17 Jun 2026, 16:08 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kurangi Impor Bawang Putih, PTPN I Uji Coba Tanam Bawang Putih 20 Hektar   Doc: istimewa
Ket. Sekretaris Perusahaan PTPN I Aris Handoyo (tengah) menjelaskan kinerja PTPN I dalam bincang bersama awak media di Jakarta, Senin (15/6) malam

JAKARTA- PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) I memulai uji coba penanaman bawang putih seluas 20 hektare di daerah Gunung Mas, Bogor, Jawa Barat, sebagai langkah awal mendukung swasembada pangan nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor yang berkisar 90-95 persen dari kebutuhan nasional.

Sekretaris Perusahaan PTPN I Aris Handoyo mengatakan program tersebut merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap agenda pemerintah di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional berkelanjutan.

"Sekarang kita mencoba untuk menanam trial dulu 20 hektare di daerah Gunung Mas di Jabar. Ini sebagai bentuk komitmen PTPN I untuk mendukung hilirisasi pemerintah, pemerintahan Pak Prabowo melalui Kementerian Pertanian, kita support, sangat support PTPN I," kata Aris dalam bincang bersama awak media di Jakarta, Senin (15/6) malam.

Menurut Aris, bawang putih menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian khusus karena kebutuhan nasional masih banyak dipenuhi melalui pasokan impor dari luar negeri.

Ia menjelaskan pengembangan bawang putih bukan pekerjaan mudah karena tanaman tersebut membutuhkan kondisi geografis tertentu, terutama wilayah dataran tinggi dengan iklim yang sesuai.

Selama ini sentra produksi bawang putih nasional relatif terbatas dan banyak ditemukan di daerah pegunungan yang memiliki ketinggian memadai untuk mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.

"Kemudian kita ada tugas swasembada bawang putih, bawang putih itu memang merupakan komoditas yang tidak lazim di Indonesia, jarang ditanam. Adanya mungkin di Temanggung (Provinsi Jawa Tengah) yang cukup banyak di situ karena datarannya tinggi," ujarnya.

Karena itu, PTPN I memilih melakukan uji coba terlebih dahulu sebelum memperluas areal tanam guna memastikan aspek teknis budidaya dan produktivitas dapat berjalan sesuai harapan.

Aris mengatakan perusahaan belum memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan bawang putih sehingga diperlukan proses pembelajaran sebelum memasuki skala usaha yang lebih besar.

Selain pengalaman budidaya, perusahaan juga masih mempelajari berbagai aspek teknis lain seperti penyediaan bibit, pola tanam, serta pengelolaan lahan yang paling sesuai.

Uji coba seluas 20 hektare tersebut diharapkan menjadi pijakan awal untuk memperoleh data lapangan yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan berikutnya.

Menurut Aris, keberhasilan program tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih, terutama yang selama ini berasal dari China.

"Harapannya untuk bawang putih itu kan bisa mengurangi impor dari China khususnya. Cuma lokasi-lokasi yang punya ketinggian yang cocok ini kan nggak banyak. Hampir di semua tempat itu kita dataran rendah. Kalau dataran rendah tentu nggak cocok untuk bawang putih," jelasnya.

PTPN I juga akan melakukan identifikasi terhadap lahan perusahaan yang dinilai sesuai untuk pengembangan bawang putih tanpa mengganggu komoditas utama yang telah produktif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.