Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepercayaan Investor pada Arah dan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah Belum Kondusif

📅 Rabu, 17 Jun 2026, 01:18 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kepercayaan Investor pada Arah dan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah Belum Kondusif Doc: istimewa

Kondisi Perekonomian - Kasus Korupsi di Program Prioritas Gerus Kepercayaan Investor

JAKARTA - Pemerintah harus menjaga kredibilitas kebijakan ekonomi agar pemulihan sektor keuangan bisa berkelanjutan.

Kredibilitas tersebut mencakup disiplin fiskal, kepastian regulasi dan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang lebih efektif dan produktif.

Demikian kesimpulan pendapat beberapa ekonom menanggapi kondisi perekonomian nasional terkini, khususnya pasar keuangan yang mengalami tekanan sehingga rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi yang sangat tajam dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) M Rizal Taufikurahman mengatakan upaya menjaga kredibilitas kebijakan tersebut juga harus diiringi dengan percepatan reformasi struktural, peningkatan investasi, penguatan sektor industri, serta perbaikan daya beli masyarakat.

Hal itu dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi nasional.

“Penguatan pasar keuangan yang berkelanjutan hanya dapat tercapai apabila didukung oleh fundamental ekonomi yang semakin kuat dan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia,” kata Rizal.

Pemulihan IHSG dan kurs rupiah tidak hanya bergantung pada sentimen pasar, tapi juga sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah menjaga stabilitas makroekonomi, memperkuat investasi, meningkatkan produktivitas, dan membangun kredibilitas kebijakan.

Sementara itu, Senior Portfolio Manager Equity PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Caroline Rusli menilai investor asing belum kembali masuk secara agresif ke pasar saham Indonesia meski valuasinya saat ini tergolong menarik.

Menurut Caroline, harga saham yang murah belum cukup untuk mendorong arus masuk modal asing karena kepercayaan investor terhadap arah kebijakan dan visibilitas katalis jangka pendek masih belum kondusif.

“Indonesia saat ini berada pada fase selective value.

Strategi defensif dan identifikasi saham maupun sektor pilihan melalui pendekatan bottom-up menjadi sangat krusial,” kata Caroline.

Kondisi pasar saat ini jelasnya memperlihatkan perbedaan yang semakin jelas mengenai kawasan, mata uang, dan kelas aset yang relatif lebih tahan terhadap gejolak global.

“Ketika likuiditas global tidak seakomodatif sebelumnya, pasar saham yang dapat unggul adalah pasar yang memiliki potensi pertumbuhan struktural dan laba korporasi yang lebih kokoh bertahan, seperti misalnya Asia Utara,” katanya seperti dikutip dari Antara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos
    Preview komentar:
    Berapa WhatsApp Bank neo. Anda dapat menghubungi layanan resmi ...
    Berapa WhatsApp Bank neo. Anda dapat menghubungi layanan resmi ...
  • Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai
    Preview komentar:
    Berapa WhatsApp Bank neo. Anda dapat menghubungi layanan resmi ...
    Berapa WhatsApp Bank neo. Anda dapat menghubungi layanan resmi ...
  • Tim Gabungan Kendalikan Titik Api di TPSA Ciniru Kuningan
    Preview komentar:
    Apakah layanan WhatsApp Bank Neo 24 jam? Ya, Layanan ...
    Apakah layanan WhatsApp Bank Neo 24 jam? Ya, Layanan ...
Megapolitan
Penyaluran Bantuan Sumur Bo...
Luar Negeri
Utang Meningkat, Rakyat Jep...
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.