Melestarikan Budaya Lewat Festival Merah Putih
📅 Minggu, 23 Agu 2026, 23:17 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Kongres Wanita Indonesia (Kowani) berkolaborasi dengan Perempuan Indonesia Maju (PIM) dan Perkumpulan Perempuan Minang Indonesia (PPMI) menggelar Festival Merah Putih untuk melestarikan budaya, pemberdayaan perempuan, serta penguatan ekonomi UMKM.
Dalam siaran pers di Jakarta, Minggu, Ketua Umum PIM Lana T Koentjoro mengatakan Festival Merah Putih menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dan kerja sama antar-elemen perempuan Indonesia.
"Ketika perempuan dari berbagai latar belakang dan organisasi dapat duduk bersama, bekerja bersama, dan menghadirkan kegiatan yang positif, tentu akan memberikan energi yang besar bagi kemajuan perempuan dan bangsa Indonesia," kata Lana.
Ia menuturkan, gagasan Festival Merah Putih bermula dari komunikasinya dengan Ketua Umum PPMI Bundo Suherni Syam.
Dari komunikasi tersebut, kolaborasi kemudian dikembangkan menjadi rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai unsur organisasi perempuan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Festival tidak hanya menghadirkan Parade Kebaya Merah Putih, tetapi juga talk show, pertunjukan seni, serta kegiatan yang melibatkan anak-anak dan generasi muda.
Lana menilai keterlibatan anak-anak dan generasi muda menjadi bagian penting karena mereka memiliki peran strategis dalam meneruskan nilai-nilai budaya Indonesia kepada generasi berikutnya.
"Melalui kegiatan seperti ini kita ingin menanamkan rasa cinta terhadap budaya, persatuan, dan Indonesia sejak dini," kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Nannie Hadi Tjahjanto mengatakan pelestarian kebaya tidak sebatas menjaga warisan budaya.
Kebaya juga memiliki potensi untuk menggerakkan ekonomi melalui keterlibatan perajin, penjahit, desainer, dan pelaku UMKM.
Menurut Nannie, pengembangan kebaya berkaitan dengan berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, industri kreatif hingga penguatan ekonomi masyarakat.
"Saya yakin kegiatan seperti ini memberikan dampak yang kuat, terutama karena tidak hanya berbicara tentang kebaya dan budaya, tetapi juga berkaitan erat dengan pemberdayaan perempuan, UMKM, pendidikan, kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat," ujar Nannie.
Ia mengapresiasi para desainer dan pelaku industri kreatif yang terus mengembangkan kebaya dan busana Indonesia.
Menurutnya, parade, pameran, dan kegiatan budaya dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan karya sekaligus membuka peluang pasar bagi pelaku UMKM.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!