Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Harus Perbaiki Komunikasi dengan Investor AS

📅 Rabu, 15 Apr 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Harus Perbaiki Komunikasi dengan Investor AS Doc: antara
Ket. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Pergerakan defisit yang mendekati 3 persen dapat ditafsirkan sebagai refleksi dari ketidakkonsistenan kebijakan pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal.

JAKARTA - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam pertemuan dengan para investor global di New York dan Washington DC, Amerika Serikat, berupaya meyakinkan mereka soal ketahanan fundemental makroekonomi serta strategi fiskal Indonesia.

“Pada dasarnya kita jelaskan kondisi ekonomi dan strategi fiskal kita ke depan, jadi mereka yakin bahwa gerakan atau kebijakan fiskal kita sudah pada arah yang benar,” kata Purbaya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (14/4).

Sejumlah investor yang hadir di antaranya HSBC Global Asset Management, Lazard AM, Blackrock, Lord Abbett, dan TD Asset Management.

Menkeu menyebut para investor global tersebut berminat untuk menaruh modal di Indonesia, namun mereka ingin memastikan kondisi terkini soal kenyamanan berinvestasi.

Oleh sebab itu, Purbaya menjelaskan kebijakan fundamental Indonesia untuk memberikan jaminan kepada investor bahwa Indonesia memiliki lanskap ekonomi yang baik untuk menjadi sasaran investasi.

“Jadi mereka (investor) nggak ragu, cuma mereka dengar ada noise bahwa fiskal kita bermasalah, mereka memastikan bahwa itu tidak benar,” kata Menkeu.

Purbaya mengaku juga mendapat masukan yang positif agar pemerintah Indonesia memperbaiki komunikasi dengan investor AS, mengingat fondasi makroekonomi RI dianggap sudah sangat baik.

Bendahara negara juga menyampaikan bahwa para investor memiliki keyakinan bahwa arah kebijakan fiskal Indonesia bergerak ke arah yang benar. Menurutnya, para investor beranggapan bahwa penilaian lembaga pemeringkat internasional terlalu dini.

“Seperti pemberian outlook yang negatif, di mana perubahan tersebut dilakukan ketika data ekonomi terkini belum terlalu lengkap,” tambahnya.

Untuk meyakinkan investor menaruh modal di dalam negeri, Menkeu menjelaskan bahwa ekonomi harus terus tumbuh sesuai dengan target di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dalam konteks itu, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 diperkirakan bakal berkisar 5,5 persen. Bila pertumbuhan yang kuat bisa berlanjut pada kuartal II, Purbaya yakin para investor lebih yakin untuk memperbesar investasinya di Indonesia.

“Jadi kita fokus memastikan bahwa kebijakan kita benar, implementasinya kita sesuai dengan desain yang kita buat,” tuturnya.

Memiliki Fleksibilitas

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Armenia Terbelah Dua Kubu A...
Nasional
DPR Dorong Distribusi Digit...
Luar Negeri
Pekerja Mogok Kerja, Layana...
Daerah
Bangka Tengah Tanam Padi Go...
Luar Negeri
Aset Beku Iran Cair, Trump ...
Nasional
Kemenbud Dorong Pelurusan S...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.