Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Monsun Australia-El Nino Mempengaruhi Penurunan Pertumbuhan Awan

3 Minggu, 23 Agu 2026, 23:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Monsun Australia-El Nino Mempengaruhi Penurunan Pertumbuhan Awan Monsun Australia-El Nino Mempengaruhi Penurunan Pertumbuhan Awan Doc: Antara
Ket. Tim gabungan memadamkan api di kawasan hutan lindung Gunung Soputan yang terbakar pada 2 Agustus 2026.

Manado - Koordinator Bidang Operasional BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara Karina Husna menyebutkan Monsun Australia aktif dan El Nino dengan intensitas kuat berpengaruh pada penurunan pertumbuhan awan dan curah hujan di daerah setempat.

"El Nino dengan intensitas kuat dan IOD positif berpengaruh terhadap terhambatnya pertumbuhan awan akibat kondisi tekanan udara yang tinggi, yang turut meningkatkan kecepatan angin di wilayah Sulut," ujar dia di Manado, Minggu.

Selain itu, bibit siklon tropis 97W di wilayah Samudra Pasifik utara Papua mendukung peningkatan kecepatan angin di wilayah Sulut.

BMKG mengeluarkan peringatan dini hingga 30 Agustus 2026, di mana warga diharapkan mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang, serta peningkatan akumulasi curah hujan harian.

BMKG memperkirakan kondisi cuaca di provinsi berpenduduk lebih 2,74 juta jiwa tersebut cerah hingga hujan ringan.

Cuaca cerah hingga hujan ringan tersebut mencakup Kota Tomohon, Manado, Bitung, Kotamobagu, Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, dan Minahasa Tenggara.

Selain itu, Kabupaten Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Selatan, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.

Musim kemarau yang melanda Sulawesi Utara telah menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di Kota Manado, Kabupaten Minahasa Selatan, dan Kabupaten Minahasa Tenggara.

Saat musim kemarau yang disertai angin kencang, sekitar seribu hektare kawasan hutan lindung Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara hangus terbakar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Rupiah Masih Rentan - 3 November 2026

1.5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 3 Nov...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.