Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI Pacu Pembangunan PLTS 30 GW Nasional

📅 Senin, 24 Agu 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
RI Pacu Pembangunan PLTS 30 GW Nasional Doc: antara
Ket. Energi Surya - Investasi EBT Butuh Kepastian Pembeli Listrik

Program PLTS nasional diharapkan mempercepat peningkatan bauran energi terbarukan, memperkuat ketahanan energi, dan mendukung pencapaian target net zero emission.

Jakarta – Pemerintah didorong mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 30 gigawatt (GW) sebagai tahap awal menuju target 100 GW untuk meningkatkan bauran energi terbarukan dan memperkuat ketahanan energi. Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) mendukung target tersebut dengan menekankan kesiapan rantai pasok, kualitas pemasangan, dan tenaga kerja tersertifikasi.

"Tugas industri saat ini adalah memastikan kesiapan di sisi kami, mulai dari rantai pasok, kualitas pemasangan, hingga tenaga kerja yang tersertifikasi,” ujar Ketua Umum AESI Mada Ayu Habsari, sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta.

Untuk mempercepat realisasi target PLTS 100 GW, AESI membentuk empat satuan tugas, yakni Satgas 100 GW, PLTS atap, Independent Power Producer (IPP), serta green workforce atau tenaga kerja hijau.

Satgas 100 GW bertugas memetakan langkah pemanfaatan energi surya secara nasional, sedangkan Satgas PLTS atap mendorong penggunaan PLTS atap secara lebih luas. Satgas IPP diarahkan mengawal pengadaan PLTS agar layak dibiayai dan menarik bagi investor. Sementara itu, Satgas Green Workforce memastikan ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten dan tersertifikasi.

Mada mengatakan AESI juga mendukung visi Presiden Prabowo Subianto agar setiap desa idealnya memiliki PLTS berkapasitas 1 MW sebagai bagian dari upaya pemerataan energi.

“Presiden Prabowo Subianto memiliki visi agar setiap desa idealnya memiliki PLTS berkapasitas 1 MW, dan AESI mendukung penuh usaha pemerataan energi,” ucap Mada Ayu.

AESI kini mengembangkan model sandbox untuk mendorong kemandirian energi berbasis komunitas. Menurut Mada, karakter PLTS yang modular memungkinkan teknologi tersebut diterapkan di wilayah yang sulit dijangkau jaringan listrik, termasuk untuk mendukung fasilitas kesehatan seperti puskesmas.

Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan pemerintah telah mengidentifikasi lahan yang dapat digunakan untuk mendukung pembangunan PLTS 30 GW, termasuk lahan negara yang dikelola Bank Tanah serta area waduk.

"Untuk persiapan 30 gigawatt, ini kita juga sudah melakukan identifikasi lahan-lahan pemerintah yang bisa dimanfaatkan termasuk Bank Tanah yang dikelola oleh ATR/BPN. Kemudian juga pemanfaatan waduk," ujar Yuliot.

Menurut dia, Kementerian ATR/BPN telah mengidentifikasi sekitar 9.000 hektare lahan yang siap digunakan untuk mendukung pengembangan PLTS.

Risiko Modal

Di sisi pembiayaan, Lektor Kepala bidang Investasi Berkelanjutan SBM ITB Yunieta Nainggolan menilai kepastian pembeli listrik atau offtaker menjadi faktor penting untuk meningkatkan kelayakan pembiayaan proyek energi baru dan terbarukan (EBT).

“Karena tentu ini menjadi bankable kalau ada yang bisa menyerap listrik yang dihasilkan dari renewable energy ini,” kata Yunieta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Tim Gabungan Kendalikan Titik Api di TPSA Ciniru Kuningan
    Preview komentar:
    Apakah layanan WhatsApp Bank Neo 24 jam? Ya, Layanan ...
  • Rumput Laut & Agar-agar RI Masuk AS Bebas Tarif Tambahan 10%
    Preview komentar:
    Berapakah Wa bank neo? Nomor WhatsApp resmi layanan ...
    Berapakah Wa bank neo? Nomor WhatsApp resmi layanan ...
  • Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah
    Preview komentar:
    Berapakah WA Neo bank? Ya, Nomor WhatsApp resmi ...
    Berapakah WA Neo bank? Ya, Nomor WhatsApp resmi ...
Megapolitan
Penyaluran Bantuan Sumur Bo...
Daerah
Melestarikan Budaya Lewat F...
Daerah
Kabut Asap Mengancam Keseha...
Luar Negeri
Utang Meningkat, Rakyat Jep...
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.