Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepercayaan Investor pada Arah dan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah Belum Kondusif

📅 Rabu, 17 Jun 2026, 01:18 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Caroline menilai kawasan Asia Utara masih memiliki daya tarik lebih besar dibandingkan pasar berkembang lainnya karena diuntungkan dengan memiliki keterkaitan langsung dengan perkembangan kecerdasan buatan (AI), industri semikonduktor, serta belanja modal teknologi global yang terus meningkat.

Selain itu, belanja modal perusahaan hyperscaler atau penyedia infrastruktur digital berskala besar seperti Amazon, Google, Meta, dan Microsoft juga terus mengalami revisi naik.

Peningkatan investasi perusahaan teknologi global tersebut diperkirakan lebih dahulu memberikan dampak positif kepada rantai pasok di Asia, terutama sektor semikonduktor, komponen elektronik, material canggih, dan infrastruktur pendukung energi.

Dia pun menilai kekuatan pasar Asia tidak hanya ditopang oleh faktor valuasi yang relatif murah, tetapi juga oleh prospek pertumbuhan laba yang memiliki katalis struktural yang kuat.

Sementara itu, pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, menyatakan tantangan terbesar saat ini adalah menjaga kepercayaan investor di tengah alokasi anggaran yang besar untuk program prioritas.

“Alokasi anggaran APBN sebagian besar digunakan untuk program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

Program itu kini jadi sorotan karena kasus korupsi.

Kasus tersebut berpotensi menggerus kepercayaan pelaku pasar dan investor terhadap tata kelola anggaran pemerintah.

“Tentu hal ini mengakibatkan distrust para penanam modal di Indonesia.

Ditambah pernyataan-pernyataan yang blunder dari Pemerintah sehingga kredibilitas pemerintah dipertanyakan dalam mengeluarkan kebijakan,” kata Esther.

Ke depan, Pemerintah harus menerapkan disiplin fiskal yang ketat.

Setiap rupiah yang dikeluarkan dari APBN harus berdampak nyata bagi masyarakat sebagai pembayar pajak.

Kepercayaan pasar tambahnya tidak hanya dibangun dari data ekonomi makro yang positif, tetapi juga dari konsistensi komunikasi kebijakan dan transparansi pengelolaan anggaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.