Wali Kota: Bandung Gelar Sensus Ekonomi 2026
📅 Selasa, 16 Jun 2026, 14:30 WIB | Oleh: Ilham SudrajatBANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi kompas pembangunan Kota Bandung dalam satu dekade mendatang.
Melalui data yang akurat dan komprehensif, pemerintah dapat menyusun kebijakan yang tepat sasaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Farhan saat pencanangkan Sensus Ekonomi 2026 di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (15/6). Kegiatan tersebut menandai dimulainya rangkaian persiapan pelaksanaan sensus ekonomi yang akan dilakukan secara nasional oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Menurut Wali Kota Farhan, sensus ekonomi yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali memiliki peran strategis karena menjadi dasar dalam penyusunan berbagai asumsi pembangunan ekonomi makro, baik di tingkat daerah maupun nasional.
"Asumsi pembangunan ekonomi makro harus didasarkan pada hasil sensus yang dilakukan setiap 10 tahun sekali, sambil kita melakukan pengumpulan data tahunan untuk memantau berbagai perkembangan," ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menilai, pembangunan yang berhasil tidak dapat dilepaskan dari ketersediaan data yang berkualitas. Karena itu, seluruh kebijakan pemerintah harus disusun berdasarkan fakta dan kondisi nyata yang terjadi di lapangan.
Wali Kota Farhan mengatakan, Indonesia sebagai bangsa besar harus terus bergerak maju dengan menjadikan data sebagai landasan utama dalam pengambilan keputusan. Pendekatan pembangunan berbasis bukti atau evidence-based policy menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi.
"Kebijakan serta pembangunan berdasarkan data atau evidence-based ini harus dilakukan melalui pengumpulan data yang baik dan sistematis," kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 akan memotret kondisi dan perkembangan dunia usaha di Indonesia secara menyeluruh. Data tersebut nantinya menjadi rujukan penting bagi pemerintah dalam merumuskan strategi pembangunan ekonomi yang lebih efektif dan responsif terhadap perubahan zaman.
Terlebih, lanjut Wali Kota Farhan, Kota Bandung saat ini menghadapi dinamika ekonomi yang cukup kompleks. Sebagai salah satu pusat perdagangan, jasa, pendidikan, dan pariwisata di Indonesia, Bandung dituntut mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi secara cepat.
Di sisi lain, capaian ekonomi Kota Bandung menunjukkan tren yang positif. Farhan mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Kota Bandung saat ini sudah sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional dan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Sekarang kita sudah berada di angka sekitar 5,75 sampai 5,76 persen. Ini meningkat cukup tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang masih di bawah 5 persen," ungkap dia.
Bahkan pada triwulan pertama tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Kota Bandung tercatat mencapai sekitar 5,75 persen. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa berbagai kebijakan pembangunan dan penguatan ekonomi yang dilakukan pemerintah bersama para pemangku kepentingan mulai menunjukkan hasil yang positif.
"Ini membuktikan, pembangunan dan perkembangan ekonomi di Kota Bandung berjalan dalam satu barisan yang kompak, terintegrasi, dan memberikan hasil yang optimal," kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!