Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Heartology Hadirkan Teknik Zero-Fluoroscopy untuk Penanganan Penyakit Jantung Bawaan Tanpa Radiasi

📅 Selasa, 10 Feb 2026, 18:35 WIB | Oleh:
Heartology Hadirkan Teknik Zero-Fluoroscopy untuk Penanganan Penyakit Jantung Bawaan Tanpa Radiasi Doc: Heartology Cardiovascular Hospital
Ket. dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K), Dokter Spesialis Jantung dengan Sub Spesialis Kardiologi Pediatrik Heartology Cardiovascular Hospital tengah melakukan prosedur ASD Closure pada pasien perempuan dengan metode Zero Fluoroscopy.

JAKARTA - Tidak semua bayi dengan penyakit jantung bawaan langsung menunjukkan tanda sejak lahir. Sebagian tampak sehat, aktif, bahkan tidak berbeda dengan bayi lain pada umumnya. Namun di baliknya, ada kondisi jantung yang bekerja lebih keras dan seringkali gejalanya baru terlihat ketika mulai mengganggu aktivitas harian anak.

Secara global, penyakit jantung bawaan terus meningkat. Data internasional mencatat lonjakan signifikan dari 0,6 per 1.000 kelahiran hidup pada 1930 menjadi lebih dari 9 per 1.000 kelahiran hidup pada 2010. Asia menjadi wilayah dengan proporsi tertinggi, hampir 1 dari 100 bayi lahir dengan kelainan jantung bawaan.

Di Indonesia, realitas ini tercermin dari angka kelahiran yang tinggi. Dengan sekitar lima juta kelahiran per tahun, diperkirakan 50.000 bayi lahir dengan penyakit jantung bawaan, dan sekitar 8.500 di antaranya merupakan Atrial Septal Defect (ASD) tipe sekundum.

“Tidak semua kelainan jantung bawaan bisa terlihat sejak bayi lahir. Beberapa anak tampak sehat, tetapi sebenarnya memiliki gangguan pada jantung akibat kelainan genetik atau perkembangan janin yang tidak sempurna,” jelas dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K), Dokter Spesialis Jantung dengan Sub Spesialis Kardiologi Pediatrik Heartology Cardiovascular Hospital melalui keterangan tertulis pada hari Selasa (10/2).

Ia menjelaskan bahwa tidak semua kelainan jantung bawaan dapat langsung terdeteksi saat bayi lahir. Sebagian anak tampak sehat secara kasat mata, namun sebenarnya memiliki gangguan struktural pada jantung akibat kelainan genetik atau proses perkembangan janin yang tidak sempurna.

“Anak tampak biru disertai sesak, mudah ngos-ngosan, minum susu tidak bisa banyak, dan memiliki riwayat prematur. Kondisi ini perlu dicurigai sebagai penyakit jantung bawaan,” terang dr. Radityo.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa gejala penyakit jantung bawaan sering kali tidak spesifik, sehingga kerap terlewatkan. Namun terdapat sejumlah tanda yang patut diwaspadai oleh orang tua, antara lain warna kebiruan pada kulit, bibir, atau kuku; mudah lelah dan kesulitan bernapas, terutama saat menyusu.

“Selain itu berat badan rendah dan pertumbuhan yang melambat; pembengkakan pada tungkai, perut, atau area sekitar mata,” ungkapnya.

Solusi Penanganan ASD dengan Teknik Zero-Fluoroscopy di Heartology

Di Heartology Cardiovascular Hospital, penanganan Atrial Septal Defect (ASD) kondisi adanya lubang di antara atrium jantung dapat dilakukan melalui tindakan intervensi non-bedah atau perkutan. Sebagai alternatif yang lebih aman, rumah sakit ini menerapkan teknik zero-fluoroscopy, yaitu metode penutupan ASD tanpa paparan radiasi.

“Teknik ini memanfaatkan ekokardiografi sebagai alat panduan utama, sehingga dapat menggantikan fungsi radiasi dalam proses tindakan. Tanpa adanya paparan radiasi, metode ini melindungi bayi, anak, ibu hamil, serta tenaga medis dari risiko yang tidak perlu,” paparnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
Luar Negeri
Belarus Cemas Jumlah Latiha...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.